Akurat

KrediOne Hadiri Fintech Lending Days di Sorong

Camelia Rosa | 11 Juli 2025, 22:18 WIB
KrediOne Hadiri Fintech Lending Days di Sorong

AKURAT.CO KrediOne terus menegaskan komitmennya sebagai platform pindar yang mendorong pemerataan dan peningkatan literasi inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

Melalui partisipasi aktif pada berbagai kegiatan strategis, KrediOne kembali memperkuat perannya dengan
berpartisipasi dalam Fintech Lending Days atau FLD, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 9–10 Juli 2025 di Sorong, Papua Barat Daya.

Kehadiran KrediOne di tanah Papua itu menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan perekonomian mikro melalui pendekatan langsung kepada para pelaku UMKM.

Dengan mendekatkan layanan ke masyarakat, KrediOne memberikan edukasi mengenai manfaat dan tata cara penggunaan layanan pinjaman daring legal yang aman dan terpercaya.

"Kami meyakini bahwa Papua memiliki potensi luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, KrediOne hadir untuk memberikan literasi dan edukasi agar masyarakat memahami perbedaan antara platform pindar resmi dan pinjaman online ilegal, serta dapat memanfaatkan layanan pinjaman daring secara bijak dan bertanggung jawab," jelas CEO KrediOne Kuseryansyah, Jumat (11/7/2025).

Baca Juga: Fintek Lending Salurkan Rp28,6 Triliun Pembiayaan Sektor Produktif

Kegiatan Fintech Lending Days kali ini turut dihadiri Indra (Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK), Tomi Joko Irianto (Pengawas Senior Deputi Direktur Pengawasan Fintech OJK), George Yarangga (Staf Ahli Gubernur Papua Barat Daya Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan), Entjik S. Djafar (Ketua Umum AFPI), Yasmine Meylia Sembiring (Direktur Eksekutif AFPI), serta Defrian Afdi (Direktur IT & Operasional KrediOne).

Melalui kegiatan ini, KrediOne tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga mengajak para pelaku UMKM untuk tumbuh dan memperkuat fondasi ekonomi mikro.

Dengan memperkenalkan layanan pinjaman daring yang legal, aman, dan transparan, KrediOne ingin memastikan bahwa masyarakat Papua dapat mengakses solusi pembiayaan yang mendukung produktivitas, berkelanjutan serta bertanggung jawab.

Selain itu, KrediOne juga terus menegakkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta berkomitmen tinggi terhadap perlindungan dan pelayanan konsumen.

Partisipasi KrediOne dalam Fintech Lending Days semakin mempertegas peran sebagai platform yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan merata di seluruh Indonesia.

KrediOne percaya bahwa literasi keuangan yang merata adalah fondasi penting agar masyarakat terhindar dari jerat pinjol ilegal, mampu memanfaatkan teknologi keuangan secara bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi nasional.

Tidak hanya Fintech Lending Days, KrediOne bersama dengan AFPI juga mengadakan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pemberian donasi dan alat tulis sekolah kepada para siswa SD dan SMP di Kampung Wisata Sauwandarek, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua.

Melalui kegiatan CSR, KrediOne berharap dapat menyalakan semangat belajar dan membuka )ebih banyak peluang bagi anak-anak di wilayah timur Indonesia untuk meraih cita-citanya.

Ini juga meneguhkan komitmen KrediOne sebagai perusahaan pindar yang peduli terhadap lingkungan sosial dan terus berdampak bagi masyarakat.

Genjot Literasi Keuangan

Mengusung tema “Menggerakkan Ekonomi Lokal: Sinergi UMKM di Indonesia Timur Bersama Pindar”, FLD Sorong 2025 berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi ke masyarakat serta pengenalan pendanaan digital yang aman dan produktif bagi pelaku UMKM khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Dalam acara tersebut, lebih dari 25 pelaku UMKM lokal dan 31 platform Pindar dan ekosistemnya ikut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan FLD 2025 dengan tagline #PINDARSAMPAIUJUNGTIMUR. 

“Fintech Lending Days hadir sebagai bentuk komitmen kami untuk mendekatkan layanan pendanaan digital berbasis teknologi atau Pindar kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang lebih merata serta membuka akses pembiayaan yang lebih luas dan aman bagi pelaku UMKM,” ujar Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar dalam sambutannya. 

Per Desember 2024, data OJK mencatat bahwa penyaluran fintech lending di luar Pulau Jawa masih sebesar 21,59% dari total penyaluran nasional.

Kepala Direktorat Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indra, menilai Fintech Lending Days 2025 sebagai katalis dalam upaya perluasan inklusi keuangan, khususnya dalam mendorong pembiayaan produktif di wilayah Indonesia Timur. 

“Acara hari ini memiliki arti yang sangat penting bagi pengembangan industri Pindar khususnya di daerah Indonesia Timur. Pengembangan UMKM Indonesia harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan banyak komponen stakeholders, antara lain pelaku Pindar, kelompok usaha UMKM, IWAPI, media massa, serta lembaga jasa keuangan seperti Bank Umum, BPD, dan BPR setempat,” ujar Indra.

Fokus utama FLD 2025 dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal Sorong, turut mendapat apresiasi dari Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu.

Langkah AFPI sebagai asosiasi yang pertama hadir di Papua Barat Daya ini, menurut dia, merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara pelaku usaha untuk mendukung inklusi keuangan di daerah.

“Kami di Papua Barat Daya percaya bahwa literasi dan inklusi keuangan bukan hanya tentang  pemahaman, tetapi tentang pemberdayaan. Oleh karena itu, kami mendukung penuh kehadiran Pindar sebagai alternatif pembiayaan yang aman serta bertanggung jawab. Kami juga berharap solusi seperti ini terus berkembang  untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia,  termasuk di wilayah-wilayah 3T,” ujar Elisa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.