IHSG Melemah di Semester I-2024, Pemerintah Optimistis Pulih di Paruh Akhir

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa IHSG sempat menyentuh titik tertingginya di awal tahun, yakni di level 7.300, namun melemah tajam hingga ke level 6.726 pada Juni 2024.
Penurunan ini terjadi seiring dengan tekanan global yang memicu gejolak di pasar keuangan domestik. Selain IHSG, nilai tukar rupiah pun mengalami depresiasi signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“IHSG juga mengalami penurunan,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024–2025 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Baca Juga: Target Ekonomi 2026, Menkeu Sri Minta Investasi Rp7.500 Triliun Digencarkan
Sri Mulyani menyebut, salah satu penyebab utama pelemahan IHSG dan rupiah adalah ketidakpastian global yang meningkat pada semester I 2024. Ketegangan geopolitik, inflasi global yang masih tinggi, serta dinamika kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) turut memengaruhi arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Nilai tukar rupiah bahkan sempat anjlok ke titik terlemahnya di Rp16.486 per USD pada Juni 2024. Angka ini menjadi rekor terendah rupiah dalam setahun terakhir. Hingga 30 Juni 2025, berdasarkan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp16.231 per USD.
“Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari sentimen global, termasuk dinamika politik di Amerika Serikat yang memberi dampak pada pasar keuangan dunia,” kata Sri Mulyani.
Meski pasar keuangan sempat bergejolak, pemerintah tetap menunjukkan optimisme terhadap fundamental ekonomi nasional. Sri Mulyani menegaskan bahwa transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto berlangsung dengan lancar dan damai, menjadi faktor kunci bagi stabilitas ekonomi dan politik nasional.
Baca Juga: Menkeu Akui Ketidakpastian Global Kini Bersifat Permanen
“Pemerintah bekerja keras menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat,” tegas Sri Mulyani.
Stabilitas politik ini juga dianggap sebagai sinyal positif bagi investor. Proses demokrasi yang berjalan baik, mulai dari pemilihan presiden hingga pemilihan legislatif di daerah, turut berperan dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Dalam menghadapi tekanan eksternal, pemerintah menerapkan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi. Menkeu menekankan pentingnya penggunaan stimulus secara terukur, dengan tetap menjaga kredibilitas dan keberlanjutan anggaran negara.
“Dengan tetap menjaga kredibilitas dan sustainabilitas, pemerintah terus berupaya mengawal aktivitas ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Data pertumbuhan ekonomi tahun 2024 pun menunjukkan sinyal positif. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,03%, ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama.
Angka ini menggambarkan ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.
“Ini menunjukkan resiliensi ekonomi kita terhadap guncangan global,” ujar Sri Mulyani.
Memasuki semester II tahun 2025, pemerintah berharap pemulihan IHSG akan berlanjut seiring membaiknya kondisi makroekonomi, stabilitas politik yang terjaga, dan berlanjutnya kebijakan fiskal ekspansif yang menyasar sektor-sektor strategis.
Penguatan sektor konsumsi, percepatan investasi, serta dorongan terhadap sektor ekspor menjadi fokus pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menstabilkan pasar saham nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









