Akurat

Danamon Gelar Literasi Perencanaan Keuangan Lebih Bijak

Yosi Winosa | 30 Juni 2025, 20:30 WIB
Danamon Gelar Literasi Perencanaan Keuangan Lebih Bijak

AKURAT.CO PT Bank Danamon Indonesia Tbk menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang berfokus pada nasabah (customer-centric organization) dengan menghadirkan solusi keuangan menyeluruh yang selaras dengan impian dan kebutuhan masyarakat. 

Menurut Head of Wealth Management Bank Danamon, Yulius Ardi, untuk mewujudkan mimpi finansial, setiap individu perlu memiliki perencanaan yang matang dan terstruktur.
 
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pendekatan SMART: Spesific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-Bound (berbatas waktu).
 
Pendekatan ini membantu masyarakat dalam menetapkan, mengejar, dan mewujudkan tujuan keuangan yang realistis dan terukur.
 
Perencanaan keuangan yang ideal, lanjut Yulius, mencakup empat pilar utama, yaitu Plan atau Dream (merencanakan), Grow (mengembangkan), Secure (mengamankan), dan Preserve (melestarikan).
 
Pada tahap merencanakan, individu diajak untuk menetapkan target keuangan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Kemudian, pada tahap pengembangan, masyarakat perlu mengalokasikan dananya secara cerdas, melalui investasi dan pengelolaan utang.
 
 
Selanjutnya, pada tahap pengamanan, penting untuk mengantisipasi risiko hidup seperti sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia.
 
"Terakhir, tahap pelestarian bertujuan untuk memastikan aset dan pencapaian finansial dapat diwariskan ke generasi berikutnya," ujar Yulius saat Journalist Class yang diadakan oleh Bank Danamon di Jakarta, Senin (30/6/2025). 
 
Namun, untuk menjalankan perencanaan tersebut secara efektif, diperlukan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang memadai.
 
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,5%, sementara inklusi keuangan berada di angka 80,5%.
 
Meski menunjukkan tren positif, tingkat literasi dan inklusi di sektor asuransi masih tergolong rendah, masing-masing hanya sebesar 45,5% dan 28,5%.
 
Hal ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya proteksi keuangan, yang berpotensi menimbulkan risiko tidak terkelola secara optimal.
 
Asuransi, dalam hal ini, menjadi solusi strategis yang dapat diandalkan untuk melindungi kesejahteraan finansial. 
 
Asuransi merupakan salah satu cara untuk mengalihkan risiko finansial dari individu ke perusahaan asuransi, sehingga masyarakat tidak perlu menanggung seluruh beban saat risiko terjadi.
 
"Beberapa manfaat utama dari memiliki asuransi antara lain melindungi aset dan dana tujuan, menjaga arus kas tetap stabil, memberi kepastian keuangan, mengurangi risiko finansial, dan mendukung strategi investasi jangka panjang," tambahnya. 
 
Secara umum, asuransi dibagi menjadi dua jenis besar, yaitu asuransi jiwa dan asuransi umum.
 
Asuransi jiwa sendiri terdiri atas beberapa tipe, seperti asuransi jiwa berjangka yang memberikan perlindungan dalam periode waktu tertentu dengan premi relatif terjangkau, asuransi jiwa seumur hidup yang memberikan manfaat hingga usia lanjut dan asuransi PAYDI yang menggabungkan perlindungan dan investasi.
 
Kemudian juga asuransi dwiguna yang tidak hanya memberikan perlindungan jiwa, tetapi juga manfaat tunai jika tertanggung masih hidup hingga masa polis berakhir. 
 
Sementara itu, asuransi umum mencakup perlindungan terhadap kendaraan, properti, perjalanan, kecelakaan diri, pengangkutan barang, hingga perlindungan bisnis dan aset lainnya.
 
Yulius juga menyampaikan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami fungsi asuransi sebagai bagian integral dari strategi keuangan yang sehat, bukan sekadar kewajiban.
 
Dengan tingkat literasi yang lebih baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan keuangan, baik dalam bentuk risiko kesehatan, bisnis, maupun kebutuhan jangka panjang lainnya. 
 
"Bank Danamon, melalui layanan wealth management-nya, terus berupaya mendorong kesadaran akan pentingnya proteksi dan manajemen risiko," tukas Yulius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa