Akurat

Saham Emiten Bahan Baku Percetakan Ini Tembus ARA

Hefriday | 21 Juni 2025, 16:46 WIB
Saham Emiten Bahan Baku Percetakan Ini Tembus ARA

AKURAT.CO Saham PT Master Print Tbk (PTMR) mengalami reli luar biasa pada perdagangan Jumat (20/6/2025), naik sebesar 34,08% ke posisi Rp240 dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). 

Lonjakan besar ini membawa saham emiten kemasan dan percetakan tersebut menjadi salah satu top gainer Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik perhatian investor dan analis pasar.
 
Pergerakan harga agresif PTMR terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan yang signifikan yakni sebanyak 32,4 juta lembar saham, jauh melampaui rata-rata tiga bulan terakhir.
 
Volume tinggi ini menunjukkan adanya akumulasi kuat dari investor, baik institusi maupun ritel, yang memperkirakan momentum positif pasca reli saham tersebut.
 
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (21/6/2025), PT Master Print adalah pemain sektor bahan baku percetakan dan kemasan, menyediakan mesin, material, serta layanan purna jual untuk industri makanan, farmasi, dan logistik. 
 
 
Sejak IPO pada Oktober 2024, saham PTMR mengalami kenaikan permintaan dari investor setelah mencatat kelebihan penawaran (oversubscribe) hingga 20 kali, serta mengakuisisi PT Global Putra Kusuma untuk memperluas jangkauan bisnisnya. 
 
Laporan keuangan kuartal I-2025 yang dikutip dari Bloomberg, Sabtu (21/6/2025), mengungkapkan bahwa Master Print mencatat pendapatan Rp36,5 miliar dengan laba bersih Rp1,67 miliar. Ini menandakan keberlanjutan profitabilitas meski laba margin masih terbatas. 
 
Pada 2024, perusahaan sempat mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 14,5%, serta laba bersih Rp26,79 miliar, naik dari Rp20,87 miliar pada 2023 .
 
Dikutip dari beberapa sumber, jika dilihat secara fundamental, PTMR tampil cukup sehat. Rasio Price-to-Book Value (PBV) berada di sekitar 3,4×, di atas rata-rata sektor bahan dasar (~1,4×), mencerminkan valuasi tinggi di tengah investor optimis akan pertumbuhan bisnis.
 
Namun, di sisi lain, pendapatan yang masih dikelola dengan margin tipis dan ketergantungan pada satu anak usaha berarti perlu menjadi fokus pengamatan.
 
Analis dari laman Ajaib mengungkapkan bahwa fundamental PTMR solid terutama di segmen food and beverage serta industri farmasi, karena menyediakan peralatan penting seperti mesin coding dan packaging untuk serialisasi pangan dan obat-obatan.
 
Kondisi ini selaras dengan tren konsumsi domestik yang kuat dan dukungan visioner pemerintah terhadap transformasi industri.
 
Dari sudut teknikal, sinyal menguat terlihat jelas. Berdasarkan data dari Investing.com, indikator teknikal menunjukkan tren beli kuat RSI berada di area netral-beli (61), indikator MACD dan moving average juga memperlihatkan sinyal positif.
 
Moving averages periode pendek memperlihatkan tren naik persisten, mempertegas peluang continuation momentum pada minggu depan.
 
Meskipun demikian, investor perlu tetap waspada. Kenaikan tajam saham lapis kedua atau ketiga seperti PTMR dalam satu hari cenderung disertai volatilitas tinggi. Tanpa adanya pengumuman korporasi yang jelas seperti kontrak besar atau kemitraan strategis risiko koreksi tajam tetap menghantui harga saham.
 
Investor yang berminat disarankan untuk menggunakan strategi bertahap (averaging in), menyisipkan titik stop-loss, dan mengikuti perkembangan akun resmi perusahaan serta laporan triwulan selanjutnya.
 
Momentum ini berpotensi dikonfirmasi bila PTMR mampu menjaga tren pertumbuhan pendapatan mendekati target Rp145,9 miliar untuk 2025 dan mempertahankan laba margin.
 
Transparansi perusahaan dalam menyediakan laporan kinerja sangat penting. Saham PTMR masih relatif baru di papan akselerasi BEI, dan informasi yang akurat menjadi kunci agar pasar tidak diselimuti risiko overvaluation tanpa dasar substansial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa