Akurat

Hotel Fitra Terus Berupaya Torehkan Kinerja Positif

Arief Rachman | 16 Juni 2025, 14:00 WIB
Hotel Fitra Terus Berupaya Torehkan Kinerja Positif

AKURAT.CO Emiten pengembang perhotelan, PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) menargetkan titik balik kinerja tahun ini dengan membidik laba bersih, setelah mencatatkan rugi dalam dua tahun terakhir.

Optimisme ini disampaikan manajemen dalam Paparan Publik yang digelar usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 dan RUPS Luar Biasa di Convention Hall Fitra Hotel, Majalengka, Senin (16/6/2025).

Direktur Utama FITT, Joni Rizal, mengungkapkan bahwa kerugian bersih pada 2024 naik tipis sebesar 5,85 persen menjadi Rp7,78 miliar, dibandingkan Rp7,35 miliar pada 2023.

Hal ini disebabkan tingginya beban pokok yang harus ditanggung Perseroan, termasuk adanya beban bunga pinjaman bank dan beban bunga pinjaman lain yang digunakan sebagai modal kerja. Namun tahun ini, Perseroan menargetkan pembalikan arah kinerja.

“Kami telah menyusun strategi efisiensi operasional dan diversifikasi bisnis. Kami meyakini Perseroan akan mengalami pertumbuhan usaha yang lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Joni Rizal.

FITT menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 13,19 persen menjadi Rp15,1 miliar, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp13,34 miliar.

Upaya mendorong okupansi hotel serta optimalisasi penyewaan convention hall menjadi fokus utama.

Baca Juga: M Zidane Kuasai Seri Kedua Trial Game Dirt 2025, Juara di Kelas FFA Open dan Campuran Open

Lebih lanjut, Joni Rizal menambahkan, tercatat sepanjang 2024, pendapatan usaha FITT paling besar berasal dari okupansi hotel dan penyewaan convention hall sebesar Rp5,16 miliar, lalu pendapatan dari banquet, breakfast, food and beverage, laundry, dan lainnya sebesar Rp8,17 miliar.

“Seiring dengan peningkatan pendapatan, laba kotor juga turut meningkat 0,71 persen menjadi Rp4,21 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp4,18 miliar,” ujarnya.

Direktur Keuangan FITT, Sukino memaparkan, dari sisi kinerja aset menunjukkan pertumbuhan signifikan. Aset Perseroan melonjak 77,04 persen mencapai Rp102,33 miliar dibandingkan periode sama 2023 sebesar Rp57,8 miliar.

Ekuitas FITT melonjak tajam 175,41 persen atau terjadi peningkatan Rp49,38 miliar menjadi Rp77,53 miliar dibandingkan pada 2023 sebesar 28,15 miliar.

Posisi liabilitas FITT menyusut 16,39 persen menjadi Rp24,79 miliar dari periode 2023 sebesar Rp29,65 miliar.

Dari sisi struktur keuangan, rasio keuangan FITT membaik drastis. Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) membaik menjadi 0,32 kali dari tahun sebelumnya minus 1,05 kali.

Rasio utang terhadap aset atau debt to asset ratio turun menjadi 0,24 kali dari tahun lalu yang minus 0,51 kali. Current ratio melonjak menjadi 2,97 kali dari 0,34 kali pada 2023, mencerminkan likuiditas yang jauh lebih sehat.

Perseroan juga meresmikan proyek andalannya yakni Kertajati Umrah Park, yang digarap oleh anak usaha PT Fitra Amanah Wisata.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Drakor Populer Juni 2025 dan Link Nonton Resmi, The Haunted Palace Salah Satunya

Proyek ini dibangun di atas lahan 4 hektare (ha) di Majalengka dan didanai dari hasil Penawaran Umum Terbatas I senilai Rp57,81 miliar.

“Kertajati Umrah Park ditargetkan menjadi kawasan terpadu wisata religi, hotel, dan pusat edukasi ibadah diharapkan rampung pada Juni 2027. Proyek ini juga melibatkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan masa pemanfaatan lahan selama 30 tahun. Kertajati Umrah Park akan menjadi destinasi religi unggulan yang mendukung konektivitas Bandara Kertajati dan potensi wisata Majalengka,” ungkap Direktur Operasional merangkap Corporate Secretary FITT, Tomi Tris.

Dengan efisiensi, inovasi, dan proyek baru yang strategis, FITT berharap tahun 2025 ini menjadi titik balik kinerja keuangan dan ekspansi bisnis Perseroan.

RUPST menyetujui seluruh agenda, termasuk laporan tahunan tahun buku 2024, penetapan penggunaan laba/rugi, realisasi penggunaan dana, dan penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk laporan keuangan tahun buku 2024.

Sementara itu, RUPS Luar Biasa memberikan lampu hijau bagi Perseroan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan dari bank, lembaga non-bank, maupun pemegang saham sebagai tambahan modal. Serta perubahan susunan pemegang saham.

Direktur Operasional sekaligus Corporate Secretary FITT, Tomi Tris mengatakan, untuk tahun buku 2024 Perseroan tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini dikarenakan kerugian yang masih dialami oleh Perseroan sepanjang 2024.

“Kami menetapkan untuk tidak membagikan dividen karena Perseroan masih merugi," ujarnya.

Sementara itu, Perseroan berhasil mengantongi izin untuk melakukan pinjaman kepada pemegang saham pengendali sebesar Rp5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk operasional Perseroan.

Adapun untuk susunan pemegang saham FITT antara lain PT Gloria Inti Nusantara sebanyak 300 juta saham, Hendra Sutanto sebanyak 200 juta saham dan masyarakat sebanyak 804,27 juta saham.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ambil Alih Polemik Empat Pulau Aceh-Sumut, DPR: Komitmen Politik yang Kuat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.