Akurat

6 Tips Berhemat di Tengah Inflasi Kesehatan

M. Rahman | 27 Mei 2025, 12:56 WIB
6 Tips Berhemat di Tengah Inflasi Kesehatan

AKURAT.CO Hasil riset IFG Progress, lembaga think tank Indonesia Financial Group (IFG) menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia akan mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk kesehatan, seiring dengan tren kenaikan inflasi kesehatan di Indonesia.

Hasil ini berdasarkan publikasi Health Trends 2025 yang dirilis oleh Mercer Marsh Benefit, dimana inflasi medis Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai 19%, naik 1,1% dari 17,9% pada 2024. Inflasi medis ini merupakan gambaran terhadap melonjaknya biaya kesehatan.

Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman mengungkapkan kondisi ini berdampak pada meningkatnya beban biaya kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam mengelola pengeluaran kesehatan agar tetap terjangkau dan efektif.

Sebagai langkah antisipasi, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menghadapi tingginya biaya layanan kesehatan:

1. Terapkan Pola Hidup Sehat dan Rutin Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Pencegahan merupakan langkah yang lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, mencukupi waktu istirahat, serta mengelola stres dengan baik guna mengurangi risiko penyakit.

Baca Juga: Begini Kata Prudential Soal Inflasi Medis yang Melambung Tinggi

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini, sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius dan biaya perawatan yang lebih tinggi di kemudian hari.

2. Miliki Asuransi Kesehatan

Kenaikan biaya layanan kesehatan merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kepemilikan asuransi kesehatan menjadi langkah strategis dalam memastikan perlindungan finansial yang optimal.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan atau asuransi swasta sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, mempertimbangkan pembelian manfaat tambahan (rider) seperti perlindungan terhadap penyakit kritis atau layanan rawat jalan dapat memberikan perlindungan yang lebih komprehensif.

3. Manfaatkan Telemedicine

Layan konsultasi medis secara daring (telemedicine) merupakan alternatif yang lebih ekonomis dan efisien dibandingkan kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, telemedicine memungkinkan masyarakat untuk menghemat waktu dan tenaga dengan akses layanan kesehatan yang tersedia 24 jam serta kemudahan pengiriman obat langsung ke rumah. Masyarakat disarankan untuk memanfaatkan platform telemedicine yang bekerja sama dengan penyedia asuransi guna memperoleh layanan kesehatan yang lebih terjangkau.

4. Gunakan Opsi Obat Generik

Obat generik memiliki kandungan dan efektivitas yang setara dengan obat bermerek, namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Masyarakat dianjurkan untuk mempertimbangkan penggunaan obat generik sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker guna memperoleh rekomendasi obat generik yang sesuai saat menerima resep medis.

5. Pilih Fasilitas Kesehatan yang Terjangkau

Manfaatkan puskesmas, rumah sakit pemerintah, atau klinik yang bekerja sama dengan BPJS atau asuransi untuk mendapatkan biaya perawatan yang lebih murah. Bandingkan biaya layanan medis sebelum memilih tempat berobat.

6. Siapkan Dana Darurat Kesehatan

Sisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat kesehatan guna menghindari beban finansial mendadak. Jika memungkinkan, pertimbangkan membuka tabungan kesehatan atau investasi jangka panjang yang bisa digunakan untuk biaya medis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa