Akurat

Investor Kripto Soroti Penundaan ETF Dogecoin oleh SEC

Hefriday | 22 Mei 2025, 15:46 WIB
Investor Kripto Soroti Penundaan ETF Dogecoin oleh SEC

AKURAT.CO Pengajuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk Dogecoin oleh Grayscale Investments hingga kini masih dalam tahap peninjauan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Proses evaluasi tersebut membuat investor global menaruh perhatian besar, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap produk investasi kripto pasca-suksesnya peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum spot tahun lalu.

Pengajuan ETF Spot Dogecoin diajukan Grayscale pada Maret 2025, menyusul peluncuran produk Dogecoin Trust pada Januari tahun yang sama. Meski telah berlalu beberapa bulan, SEC belum juga memberikan keputusan resmi.

Situasi ini turut dialami lebih dari 70 pengajuan ETF altcoin lainnya, seperti XRP, Solana (SOL), Litecoin (LTC), dan aset digital lain yang masih menanti lampu hijau dari otoritas pasar modal AS tersebut.

Penundaan ini, meski menimbulkan kejenuhan di kalangan investor, dianggap sebagai bagian penting dari proses verifikasi kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan dalam Pasal 6(b)(5) Undang-Undang Bursa AS.

Baca Juga: DOGE Berpeluang Besar Naik, Ini Sebabnya

Regulasi tersebut mewajibkan ETF untuk menunjukkan bahwa produk yang diajukan bebas dari potensi manipulasi pasar serta memberikan perlindungan maksimal bagi investor.

Dikutip dari laman Pintu, Kamis (22/5/2025), dalam dokumen resminya, SEC menegaskan bahwa proses ini dilakukan untuk menganalisis lebih dalam aspek keamanan dan transparansi ETF. 

“Komisi memulai proses ini untuk memungkinkan analisis tambahan guna menentukan apakah ETF memenuhi aturan yang dirancang untuk mencegah tindakan dan praktik yang curang serta manipulatif,” tulis SEC.

Dari sisi lain, kepercayaan investor terhadap potensi persetujuan ETF Dogecoin tetap tinggi. Data dari platform prediksi Polymarket menunjukkan bahwa kemungkinan persetujuan ETF DOGE sebelum akhir Juli hanya sebesar 15%. 
 
Namun, peluang meningkat menjadi 63% bila cakupan waktu diperpanjang hingga akhir tahun 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa investor lebih optimistis terhadap hasil yang positif di kuartal akhir.

Analis Bloomberg, James Seyffart, dalam unggahan terbarunya di media sosial X, menepis dugaan adanya teori konspirasi di balik penundaan SEC. Menurutnya, proses panjang ini adalah prosedur standar yang juga dialami ETF Bitcoin sebelumnya.
 
Seyffart menambahkan bahwa tidak ada perlakuan istimewa ataupun penghambat tersembunyi, melainkan sekadar pertimbangan waktu untuk menganalisis dokumen pengajuan secara komprehensif.

Senada dengan Dogecoin, sejumlah altcoin lainnya juga menghadapi penundaan serupa. SEC juga belum mengambil keputusan atas pengajuan ETF untuk Solana dan XRP dari beberapa penerbit besar. Ini menunjukkan bahwa pendekatan SEC tetap hati-hati terhadap altcoin, meskipun aset kripto kian mendapat pengakuan di institusi keuangan global.

Apabila ETF Dogecoin mendapat persetujuan di kemudian hari, dampaknya diperkirakan akan signifikan bagi harga DOGE. Seperti yang dialami Bitcoin dan Ethereum, produk ETF spot berkontribusi besar terhadap arus masuk dana institusional yang mengangkat nilai pasar aset kripto secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa