Akurat

Bayar Tagihan Kartu Kredit Lebih Awal, Ini Keuntungan Finansialnya

Andi Syafriadi | 17 Mei 2025, 15:50 WIB
Bayar Tagihan Kartu Kredit Lebih Awal, Ini Keuntungan Finansialnya

AKURAT.CO Bagi pemilik kartu kredit, membayar tagihan sebelum jatuh tempo ternyata bisa memberikan berbagai manfaat finansial yang signifikan. Tak hanya sekadar menghindari denda keterlambatan, pelunasan lebih awal juga dapat mendorong peningkatan skor kredit serta mengurangi beban bunga.

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (17/5/2025), di balik berbagai keuntungan tersebut, ada juga beberapa hal yang patut diperhatikan agar keputusan finansial ini tidak justru menimbulkan masalah baru.

Pelunasan lebih awal berarti membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan bank penerbit. Banyak nasabah mengira bahwa membayar tagihan tepat pada hari terakhir sudah cukup baik.

Baca Juga: Keunggulan Stainless Steel untuk Masak, Belinya Pakai Kartu Kredit Digital!

Padahal, jika dilakukan beberapa hari lebih awal, manfaatnya bisa lebih terasa, terutama dalam perhitungan laporan kredit dan pengelolaan bunga.

Salah satu manfaat utama dari membayar lebih awal adalah meningkatnya skor kredit atau credit score. Ketepatan dan konsistensi pembayaran tagihan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kelayakan debitur oleh lembaga keuangan.

Semakin baik histori pembayaran seseorang, semakin tinggi pula kemungkinan disetujui ketika mengajukan pinjaman atau fasilitas kredit baru.

Selain itu, pelunasan lebih awal juga berpotensi mengurangi beban bunga bulanan. Sebagian besar bank menerapkan sistem perhitungan bunga berdasarkan saldo rata-rata harian.

Artinya, semakin cepat saldo utang berkurang, maka akumulasi bunga yang dibebankan juga akan lebih kecil. Hal ini sangat menguntungkan bagi pengguna kartu kredit yang memiliki tagihan dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu cicilan panjang.

Manfaat lain yang kerap tidak disadari adalah ketersediaan dana cadangan. Ketika tagihan kartu kredit lunas lebih awal, beban cicilan otomatis berkurang di bulan berikutnya.

Baca Juga: Cara Agar Pengajuan Kartu Kredit Disetujui, Perhatikan 10 Hal Ini

Dana yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan bisa dialokasikan untuk tabungan atau kebutuhan lainnya yang lebih mendesak. Hal ini membantu menjaga arus kas pribadi tetap stabil.

Pembayaran lebih awal juga membuat limit kartu kredit cepat kembali pulih. Contohnya, jika seseorang memiliki limit Rp5 juta dan menggunakan Rp2 juta, maka limit tersisa hanya Rp3 juta.

Namun, dengan melunasi lebih awal, limit bisa kembali ke angka semula sehingga ruang untuk transaksi tetap tersedia, apalagi saat kondisi darurat atau keperluan mendadak.

Meski demikian, pelunasan lebih awal tidak selalu menjadi pilihan yang tepat bagi semua orang. Salah satu risikonya adalah terganggunya arus kas harian.

Jika tidak direncanakan dengan matang, dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok justru terpakai untuk melunasi tagihan, padahal tanggal jatuh tempo masih jauh.

Tak hanya itu, beberapa bank menerapkan biaya penalti untuk pelunasan lebih awal, terutama pada cicilan tetap (installment plan). Biaya ini bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing bank.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melunasi lebih awal, nasabah disarankan untuk mengecek kembali syarat dan ketentuan dari bank penerbit kartu.

Momen terbaik untuk melunasi tagihan kartu kredit adalah ketika seseorang menerima dana tambahan seperti bonus, kenaikan gaji, atau hasil investasi. Dengan kondisi keuangan yang lebih longgar, pelunasan dini tidak akan mengganggu kebutuhan primer dan justru mempercepat kebebasan dari utang konsumtif.

Pada akhirnya, keputusan untuk membayar tagihan kartu kredit lebih awal harus didasarkan pada kondisi keuangan masing-masing individu. Perlu dibuat skala prioritas dan perencanaan yang matang agar tujuan keuangan tidak terganggu.

Jika dilakukan dengan tepat, pelunasan lebih awal bisa menjadi strategi cerdas dalam menjaga kesehatan finansial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi