IHSG Naik 0,31 Persen di Sesi I, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini
Yosi Winosa | 16 Mei 2025, 12:55 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 22 poin (0,31%) ke 7.062,16 pada sesi I perdagangan Jumat (16/5/2025).
IHSG diperkirakan masih melanjutkan tren positif pada perdagangan Jumat (16/5/2025), dengan membidik level resistance terdekat di 7.125.
Di tengah ketidakpastian global dan pergerakan bursa dunia yang variatif, sejumlah analis pasar modal tetap optimistis dengan potensi penguatan pasar saham Indonesia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Kamis (15/5/2025) ditutup menguat 60,28 poin atau 0,86 persen ke level 7.040,16.
Meski demikian, secara year-to-date (YtD), indeks masih mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,56%. Pergerakan IHSG ini turut didorong oleh aksi beli investor asing dengan net buy mencapai Rp1,65 triliun.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG memiliki peluang menguat lebih lanjut. “Saat ini, IHSG mempunyai support pada level 7.000 sedangkan resistance terdekat berada pada level 7.125,” tulis riset BRI Danareksa, dikutip Jumat (16/5/2025).
Mengikuti tren positif ini, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati investor. Di antaranya adalah saham sektor energi, perbankan, dan konsumer.
Tiga saham unggulan dari BRI Danareksa Sekuritas antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY).
MEDC dinilai menarik seiring dengan pergerakan harga minyak global yang relatif stabil dan tetap tinggi. Prospek pendapatan emiten energi seperti Medco turut terdorong oleh kontrak-kontrak jangka panjang yang mulai menunjukkan dampak positif terhadap arus kas.
Selain itu, komitmen perusahaan dalam proyek energi bersih juga menjadi sentimen jangka menengah yang menguntungkan.
Sementara itu, BMRI tetap menjadi saham perbankan favorit. Kinerja solid Bank Mandiri pada kuartal pertama 2025, terutama dari sisi pertumbuhan kredit dan efisiensi biaya operasional, menjadi alasan utama rekomendasi tersebut.
Didukung pula oleh perbaikan margin bunga bersih (NIM) serta ekspektasi dividen yang konsisten, saham ini dinilai layak masuk dalam portofolio investor jangka menengah hingga panjang.
Adapun CMRY, emiten produsen susu dan makanan sehat, dinilai akan mendapat dorongan dari tren konsumsi produk sehat yang terus meningkat. Kinerja penjualan domestik dan ekspansi ke pasar regional Asia Tenggara turut memperkuat sentimen positif terhadap saham ini.
Dalam riset terpisah, tim analis MNC Sekuritas menyoroti bahwa penguatan IHSG ditopang oleh volume pembelian yang meningkat.
Mereka menyebut bahwa saat ini IHSG berada pada bagian wave [v] dari wave [a] dalam struktur teknikal, yang memberi peluang bagi indeks untuk naik ke kisaran 7.107 hingga 7.195.
Namun, MNC Sekuritas mengingatkan agar investor tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek di rentang 7.013 hingga 7.037.
Lebih lanjut, untuk perdagangan berikutnya, analis MNC Sekuritas memberikan proyeksi level support IHSG berada di 6.811 dan 6.729, sedangkan resistance berikutnya berada di kisaran 7.075 dan 7.197.
Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk sentimen pasar global dari Amerika Serikat yang masih menunjukkan arah beragam.
Tak hanya saham dari BRI Danareksa, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham unggulan untuk perdagangan Jumat dan pekan depan. Beberapa di antaranya ialah PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
AUTO dinilai memiliki prospek cerah berkat permintaan komponen otomotif yang meningkat, terutama untuk sektor kendaraan listrik dan aftermarket.
Sementara itu, SMGR direkomendasikan karena ekspektasi peningkatan aktivitas infrastruktur pasca pengesahan APBN 2025 yang mendorong belanja modal pemerintah.
Sedangkan UNVR, yang sempat mengalami tekanan beberapa waktu lalu, dinilai sedang berada dalam fase pemulihan teknikal yang layak dipantau sebagai saham defensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










