Ekonomi Nasional Melemah di Kuartal Pertama, Asrim Ajak Jaga Stabilitas Industri Minuman Ringan

AKURAT.CO Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) akan memproyeksi adanya perlambatan ekonomi nasional pada tahun 2025.
Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) mengungkapkan peluang dan tantangan ke depan dalam industri minuman.
Perlambatan ekonomi yang diindikasikan sejumlah lembaga, dan terkonfirmasi oleh data awal BPS, dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat dan sektor industri minuman ringan, sehingga diperlukan sinergi kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas.
Ketua Umum ASRIM, Triyono Prijosoesilo mengungkapkan salah satu pelemahan ini dikarenakan daya beli masyarakat yang lesu. Di momen Lebaran menurut Triyono, mengalami penurunan sebab daya beli yang kurang.
"Kita melihat datanya kurang baik, industri minuman secara keseluruhan termasuk AMDK minus 1,3 persen. Datanya menunjukkan bahwa Lebaran tahun ini tidak seindah yang kita bayangkan,” ujar Triyono dalam diskusi bersama media di Jakarta Selatan Rabu, (14/5/2025).
CORE Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 kemungkinan melambat, berada di kisaran 4,8%-5,0%, bahkan berpotensi menuju 4,6%-4,8% dalam skenario tertentu, sedikit di bawah target APBN5,2%.
Data BPS 1 untuk Triwulan I-2025 pun menunjukkan realisasi pertumbuhan 4,87% (y-on-y) dengan kontraksi 0,98% (q-to-q).
Data BPS juga menunjukkan bahwa IHP (Indeks Harga Produsen) sektor akomodasi, penyediaan makanan minuman mengalami tekanan harga tertinggi, pada triwulan I-2025 naik 0,56 persen terhadap triwulan IV-2024 (q-to-q) dan naik 2,84 persen terhadap triwulan I-2024 (y-on-y) yang dapat berdampak pada harga konsumen dan margin pelaku usaha di sektor tersebut pada 2025.
"Data-data awal ini menunjukkan adanya tantangan ekonomi yang perlu kita antisipasi bersama. Pelemahan permintaan domestik dapat berimplikasi pada sektor-sektor konsumsi seperti makanan dan minuman,” kata Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria juga mengungkapkan jika daya beli masyarakat memang menurun karena juga adanya kebijakan baru di Amerika Serikat.
"(Pelemahan) terjadi dikarenakan beberapa tantangan signifikan seperti terus menurunnya daya beli masyarakat, tekanan inflasi pada komponen industri, ketegangan dagang global dan kebijakan baru dari Amerika Serikat,” ungkap Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria.
Baca Juga: Asosiasi Ungkap Industri Minuman Ringan Tumbuh 3,1 Persen di 2023
Data CORE Indonesia memaparkan, Ramadhan dan Lebaran yang biasanya mengerek konsumsi masyarakat, tahun ini justru tidak tampak. Sebaliknya, IPR (Indeks Penjualan Riil) kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau justru hanya tumbuh 1,3% pada kuartal I 2025, jauh di bawah pertumbuhan tahun lalu yang menyentuh 7,5%.
"ASRIM percaya bahwa dialog terbuka dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi semakin krusial. Kami siap menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah, menyediakan data dan perspektif industri secara transparan, untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang tidak hanya efektif mencapai sasaran kesehatan publik, tetapi juga mempertimbangkan secara cermat dampaknya terhadap keberlangsungan industri, penyerapan tenaga kerja, dan ekosistem UMKM yang menjadi bagian penting dari rantai pasok kami," pungkas Triyono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







