Akurat

Bursa Saham Global Menguat, IHSG Siap Bangkit Usai Libur Waisak

Hefriday | 13 Mei 2025, 17:05 WIB
Bursa Saham Global Menguat, IHSG Siap Bangkit Usai Libur Waisak

AKURAT.CO Bursa saham global mencatat penguatan signifikan menyusul tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk memangkas tarif impor dalam perang dagang yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kabar tersebut datang di tengah libur bursa Tanah Air karena cuti bersama Waisak. Namun, analis memperkirakan bahwa sentimen positif dari perkembangan geopolitik ini akan berdampak langsung terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat perdagangan dibuka kembali.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (13/5/2025), dalam kesepakatan yang diumumkan, pemerintah AS sepakat untuk menurunkan tarif terhadap produk-produk asal China dari 145% menjadi 30%, termasuk penghapusan sementara tarif pada fentanil selama 90 hari, mulai 14 Mei. Sebagai balasan, pemerintah China juga mengurangi tarif atas barang-barang impor dari AS dari 125% menjadi hanya 10%.

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 5,05 Poin ke 6.832,8

Langkah diplomatik kedua negara adidaya ini dipandang sebagai upaya memperbaiki hubungan dagang dan meredakan tensi ekonomi global. Hal ini pun memberikan efek domino terhadap pasar modal dunia, yang langsung menunjukkan penguatan pada beberapa indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan indeks saham Asia lainnya.

Kondisi ini berpotensi menjadi momentum pemulihan bagi IHSG yang belakangan cenderung stagnan. Meski demikian, penguatan tidak akan terjadi secara merata. Beberapa saham unggulan dalam indeks LQ45 justru masih menunjukkan kinerja negatif dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg per Selasa (13/5/2025), terdapat 10 saham LQ45 yang mencatat return negatif sejak awal April. Di antaranya adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang turun -9,06%, diikuti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sebesar -8,06%, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sebesar -5,36%.

Saham lain yang juga mengalami penurunan adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebesar -5,17%, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun -3,51%, serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melemah -2,96%. Bahkan saham big cap seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih mencatatkan penurunan masing-masing -2,85% dan -2,41%.

Sementara itu, PT XL Axiata Tbk (EXCL) hanya turun -1,42%, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) tercatat tidak mengalami perubahan alias 0,00% sejak awal April.

Baca Juga: Saham Farmasi Eropa Terpukul di Tengah Euforia Dagang Global

Momen ini juga dinilai menjadi waktu yang tepat bagi investor jangka menengah dan panjang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang secara fundamental masih solid namun harganya sedang tertekan.

Pemangkasan tarif antara AS dan China diperkirakan akan berdampak pada peningkatan ekspor global, termasuk dari Indonesia, yang tentunya menjadi sentimen tambahan bagi pasar saham domestik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi