AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 5,05 poin (0,074%) ke level 6.832,8 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/5/2025).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang hari IHSG dibuka pada level 6.849,44 dan sempat menyentuh level tertingginya di 6.882,31.
IHSG mencatat penguatan pada sesi pertama perdagangan Jumat (9/5/2025), naik 17,21 poin atau 0,25% ke posisi 6.844,9. Pada penutupan sesi I, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan, antara lain TAYS, SKBM, NICL, JATI, dan BESS. Penguatan ini didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang mendukung pergerakan pasar.
Hingga penutupan, tercatat penguatan indeks sejalan dengan kenaikan saham DSSA, BBRI, dan TLKM. Sebanyak 247 saham meningkat, 341 saham turun, dan 217 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp11.894 triliun.
Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, salah satu faktor pendorong penguatan IHSG adalah sentimen eksternal. Optimisme investor menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan China terkait kebijakan tarif perdagangan.
Baca Juga: Pergerakan IHSG di Antara Sentimen Devisa dan Pertumbuhan Ekonomi
Pertemuan yang dijadwalkan digelar pada akhir pekan ini diyakini bisa membawa angin segar bagi hubungan dagang dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut. Adapun pertemuan tersebut akan mempertemukan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, di Swiss pada Sabtu (10/5/2025).
Agenda utama pertemuan ini adalah membahas kemungkinan pelonggaran tarif dan meredakan ketegangan yang selama ini membayangi perdagangan global. Hal ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang untuk menurunkan tarif atas barang-barang asal China apabila perundingan berjalan sesuai harapan.
Di samping itu, kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan Inggris juga menjadi faktor penguatan sentimen investor global. Dalam perjanjian tersebut, Inggris menurunkan tarif barang asal AS dari 5,1% menjadi 1,8%. Sebagai imbalannya, AS tetap memberlakukan tarif dasar 10% terhadap barang impor dari Inggris.
Dari sisi internal, optimisme pasar juga ditopang oleh meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2025 tercatat sebesar 121,7, naik dari 121,1 pada bulan sebelumnya.
Peningkatan ini ditopang oleh naiknya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang mencapai 113,7 dari sebelumnya 110,6. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada di zona optimistis pada angka 129,8, meski sedikit turun dibandingkan Maret yang tercatat 131,7.
Dari sisi kebijakan pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mulai menerapkan kegiatan liquidity provider. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan, menstabilkan harga saham, serta membangun kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya









