Akurat

The Fed Melawan! Suku Bunga Tak Turun Meski Trump Mendesak

Demi Ermansyah | 8 Mei 2025, 12:40 WIB
The Fed Melawan! Suku Bunga Tak Turun Meski Trump Mendesak

AKURAT.CO Ketegangan antara Gedung Putih dan Bank Sentral AS memuncak pasca Ketua Federal Reserve, Jerome Powell menolak tekanan dari Presiden Donald Trump yang mendorong penurunan suku bunga acuan.

Powell menyatakan bahwa The Fed tetap mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4,25%–4,5%, seraya menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dan bukan tekanan politik.

“Kami pikir kami berada di tempat yang tepat untuk menunggu dan melihat bagaimana keadaan berkembang,” ujar Powell usai rapat FOMC dikutip dari laman rueters, Rabu (7/5/2025).

Baca Juga: Ketegangan Trump - The Fed, Independensi Bank Sentral Dipertanyakan?

Menurut Powell, The Fed masih memantau potensi dampak dari tarif dagang yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. 

Dirinya mengingatkan bahwa penurunan suku bunga secara prematur justru dapat menimbulkan risiko inflasi yang lebih tinggi dan ketidakseimbangan ekonomi.

“Ini bukan situasi di mana kita dapat bersikap preemptif, karena kita sebenarnya tidak tahu respons yang tepat terhadap data tersebut hingga kita melihat lebih banyak data,” tambah Powell

Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa The Fed menghambat pemulihan ekonomi dan meminta agar suku bunga segera diturunkan untuk mendorong konsumsi dan investasi.

Namun, The Fed menolak intervensi politik dan menegaskan independensinya dalam menentukan kebijakan moneter.

Penahanan suku bunga ini juga menunjukkan langkah hati-hati The Fed menghadapi gejolak global, dari perang dagang hingga krisis geopolitik.

Baca Juga: Ketegangan AS-Uni Eropa Memuncak, Prancis Peringatkan Dampak Pemecatan Gubernur The Fed

Dengan inflasi yang berpotensi meningkat akibat tarif, dan pengangguran yang masih rendah, The Fed memilih menunggu sinyal ekonomi yang lebih kuat sebelum mengubah kebijakan.

Keputusan ini menunjukkan komitmen The Fed terhadap stabilitas jangka panjang dan menegaskan bahwa bank sentral tidak akan menjadi instrumen politik jangka pendek.

Dalam konteks global, langkah ini bisa memperkuat kepercayaan terhadap independensi lembaga moneter AS, di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.