Akurat

Meski Terkoreksi 4,87 Persen, Erick: Ekonomi RI Kuartal I 2025 Masih Baik

Camelia Rosa | 5 Mei 2025, 19:45 WIB
Meski Terkoreksi 4,87 Persen, Erick: Ekonomi RI Kuartal I 2025 Masih Baik

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2025 sebesar 4,87% secara tahunan atau year on year (yoy).

Realisasi itu mengalami kontraksi jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 5,11% yoy.

Kendati demikian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 ini lebih baik bahkan jauh di atas prediksi beberapa ekonom.

"Pertumbuhan 4,875 yoy saya rasa banyak yang pernah memprediksi jauh di bawah. Artinya hasil 4,87% ini baik, dan kalau kita komparasi juga dengan angka-angka di banyak negara, kita dalam kondisi yang baik dengan situasi yang seperti ini," terang Erick ketika ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Baca Juga: BPS Catat Angka Pengangguran Indonesia naik 83 ribu di Februari 2025

Diakui Erick bahwa saat ini ada ketegangan kondisi global di tengah isu perang dagang dan memanasnya konflik antara Pakistan dan India.

"Ini situasi yang kurang positif tentunya. Karena dengan bila sampai sesuatu yang tidak diharapkan, artinya mungkin akan ada pengaruh mengenai perdagangan untuk kelapa sawit dan batu bara karena salah satu partner perdagangan terbesar kita kan India juga salah satu di dua komoditas tersebut gitu," paparnya.

Erick berpendapat, kondisi perekonomian dalam negeri juga mulai membaik karena terlihat dari nilai tukar rupiah yang perlahan mulai bangkit meski masih di atas level Rp16 ribu per USD.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Terkoreksi, BPS Catat Pertumbuhan Hanya 4,87 Persen

"Nah tentu posisi ini baik. Dan kalau kita lihat juga bagaimana juga dolar rupiah sudah mulai kembali ke arah yang baik. Bursa juga sudah mulai bounce back. Saya rasa seperti yang diprediksikan oleh banyak pengamat salah, Justru kondisi kita baik gitu.," pungkas Erick.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.