Bank DKI Siap Melantai di Bursa, Targetkan IPO dalam 5–12 Bulan

AKURAT.CO Bank DKI tengah bersiap untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menargetkan proses IPO dapat terlaksana dalam rentang waktu 5 hingga 12 bulan ke depan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi Bank DKI untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional.
Pramono menilai bahwa kinerja keuangan Bank DKI yang solid menjadi indikator positif untuk merealisasikan IPO dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kala Asing Kabur dari Bursa Saham RI, Investor Ritel Jadi Penopang Pasar
Dikutip dari laman Investor, Sabtu (3/5/2025), pada tahun buku 2024, Bank DKI mencatatkan laba bersih sebesar Rp779,10 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar 32% atau Rp249,31 miliar dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham, dengan rincian Rp249,26 miliar kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Rp56 juta kepada Perumda Pasar Jaya.
Sisa laba bersih sebesar 68% atau Rp 529,79 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Bank DKI ke depan.
Baca Juga: Sepekan Melantai Di Bursa, Saham AMMN Diprediksi Terbang Ke Rp1.850-1.860 Pada Kuartal III-2023
Sebagai bagian dari persiapan menuju IPO, Bank DKI melakukan perombakan jajaran pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 30 April 2025. Perubahan ini mencakup penunjukan nama-nama baru dalam jajaran direksi dan komisaris.
Susunan pengurus baru Bank DKI adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama (Independen): Anang Basuki
Komisaris: Michael Rolandi C Brata
Komisaris Independen: Kiryanto
Direksi:
Direktur Utama: Agus H. Widodo
Direktur Kepatuhan: Ateng Rivai
Direktur: Daniel Setiawan Subianto
Direktur: Basaria Martha Juliana
Direktur: Dipo Nugroho
Direktur: Prihanto Herbowo
Gubernur Pramono menegaskan bahwa jajaran pengurus baru ini terdiri dari para profesional yang diharapkan dapat bekerja secara optimal dalam mempersiapkan IPO Bank DKI. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada intervensi dalam pemilihan personel baru tersebut.
Meskipun demikian, hingga saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum menerima pengajuan resmi terkait rencana IPO dari Bank DKI. Namun, OJK tetap mendukung langkah strategis perbankan daerah untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk melalui IPO guna memperkuat struktur permodalan.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diambil, termasuk pembagian dividen, perombakan pengurus, dan persiapan menuju IPO, Bank DKI menunjukkan komitmennya untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi bank yang lebih kompetitif di pasar modal Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









