IHSG Naik 1,43 Persen, Analis Prediksi Masih Bisa Menguat Lebih Lanjut

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (22/4/2025), dengan kenaikan sebesar 1,43% atau 92,29 poin ke level 6.538,27.
Kenaikan ini menunjukkan respons positif pasar terhadap sentimen global maupun domestik. Investor asing turut mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp122,07 miliar di seluruh pasar, mengindikasikan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Dikutip dari laman Investor, Rabu (23/4/2025), Analis Riset Ekuitas Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai penguatan IHSG masih memiliki ruang untuk berlanjut secara teknikal.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa indeks saat ini mulai memasuki area jenuh beli (overbought) yang bisa memicu koreksi jangka pendek dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: IHSG Menghijau Tiga Hari Beruntun, Sektor Energi Jadi Penopang
Dari sudut pandang lain, VP Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyebutkan bahwa penguatan IHSG tidak lepas dari aksi buyback yang dilakukan oleh sejumlah emiten serta efek normalisasi pasar usai pembagian dividen. Menurutnya, kondisi tersebut memberikan dorongan jangka pendek terhadap indeks.
Pelaku pasar hari ini akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.
Salah satu yang dinanti adalah rilis data S&P Global Manufacturing PMI untuk bulan April 2025 dari Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Ketiga kawasan tersebut diperkirakan mencatatkan pelemahan aktivitas manufaktur dan masuk ke zona kontraksi.
Menurut Alrich, jika data manufaktur global menunjukkan pelemahan yang signifikan, maka tekanan terhadap prospek ekonomi global dapat meningkat.
Namun di sisi lain, kondisi ini bisa memberikan dorongan terhadap aset pasar berkembang seperti Indonesia, karena pelaku pasar akan mencari alternatif investasi yang lebih stabil.
Sementara itu, fokus utama dari dalam negeri adalah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan hari ini.
Pasar memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75% sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi teknikal, Alrich memperkirakan bahwa IHSG berpeluang menguji level resistance berikutnya di kisaran 6.550 hingga 6.600, selama mampu bertahan di atas support psikologis di angka 6.500. Level tersebut menjadi kunci untuk menjaga momentum penguatan indeks.
Baca Juga: IHSG Menguat, Saham BPTR dan CITY Langsung Ngacir di Awal Sesi I
Audi menambahkan, rilis data pertumbuhan kredit bulan Maret 2025 yang diprediksi meningkat sekitar 12% secara tahunan juga akan menjadi perhatian.
Jika data tersebut sesuai atau melampaui ekspektasi, maka bisa menjadi katalis positif bagi sektor perbankan dan IHSG secara keseluruhan.
Dalam menghadapi kondisi pasar saat ini, para analis memberikan beberapa rekomendasi saham yang dinilai layak untuk dicermati.
Alrich menyarankan saham-saham defensif dan berfundamental kuat seperti BMRI, BBRI, SMGR, INKP, dan UNVR. Kelima saham tersebut dinilai memiliki potensi kinerja solid di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, Audi merekomendasikan saham sektor energi dan perbankan seperti ADRO, PTRO, dan BMRI. Ia melihat tren kenaikan harga komoditas dan potensi pemulihan ekonomi domestik akan menjadi motor penggerak bagi emiten-emiten tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










