Akurat

IHSG Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Yosi Winosa | 17 April 2025, 07:35 WIB
IHSG Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (16/4/2025) dengan koreksi signifikan setelah empat hari berturut-turut mencatat penguatan.

IHSG ditutup turun 41,62 poin atau 0,64% ke posisi 6.400,05, mencerminkan tekanan pasar yang kembali meningkat di tengah aksi ambil untung dan arus keluar dana asing.

Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan indeks terpantau fluktuatif. IHSG sempat menguat ke level 6.469 sebelum akhirnya melemah hingga menyentuh titik terendah di 6.373.

Data RTI Business mencatat volume perdagangan yang cukup aktif, mencapai 291,5 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi Rp21,15 triliun.

Aksi jual investor asing menjadi salah satu katalis negatif utama, dengan net sell yang mencapai Rp8,21 triliun di seluruh pasar.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat, Berikut 6 Saham Rekomendasi Pilihan Hari Ini

Hal ini menunjukkan sentimen global masih membayangi psikologis pelaku pasar, termasuk kekhawatiran terhadap suku bunga global dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi beberapa negara besar.

Meskipun terjadi tekanan jual yang signifikan, tidak semua saham mengalami penurunan. Terdapat 250 saham yang ditutup menguat dan 220 saham lainnya stagnan.

Artinya, peluang bagi investor untuk berburu saham-saham pilihan tetap terbuka, terutama pada saham-saham yang mencatat net buy oleh asing.

Mengutip berbagai sumber, Kamis (17/4/2025), beberapa saham yang menarik perhatian investor asing dan layak diperhatikan untuk perdagangan Kamis (17/4/2025) antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang diborong asing senilai Rp109,4 miliar.

Harga emas dunia yang masih stabil dan prospek komoditas menjadi daya tarik tersendiri bagi saham tambang logam mulia ini.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menunjukkan kekuatan sebagai saham defensif dengan net buy asing sebesar Rp53,63 miliar.

Dalam kondisi pasar yang volatil, emiten sektor telekomunikasi seperti TLKM cenderung diminati karena stabilitas kinerjanya dan prospek pertumbuhan data services yang menjanjikan.

Sektor konsumer dan agribisnis juga masih dilirik asing. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan net buy masing-masing Rp44,72 miliar dan Rp13,25 miliar.

Hal ini menunjukkan adanya ekspektasi pemulihan konsumsi domestik serta stabilitas harga bahan baku.

Sementara itu, saham-saham di sektor energi seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga masuk dalam radar pembelian asing.

Momentum energi global yang masih tinggi serta prospek hilirisasi nikel nasional menjadi alasan investor tetap optimistis terhadap sektor ini.

Melihat pergerakan pasar yang kembali korektif, para analis menyarankan agar investor tetap selektif dan mengedepankan strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat.

Sentimen eksternal masih dominan, sehingga pengelolaan risiko tetap menjadi kunci utama dalam mengambil posisi di pasar.

Untuk perdagangan Kamis (17/4/2025), IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 6.360–6.450.

Peluang teknikal rebound terbuka apabila tekanan jual mereda, namun pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada terhadap tekanan lanjutan menjelang libur panjang serta rilis data ekonomi global.

Dengan memperhatikan saham-saham yang diburu asing serta sektor yang relatif defensif, investor dapat menyusun strategi yang lebih adaptif menghadapi dinamika pasar. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa