Fore Coffee Resmi Melantai di Bursa, IPO Oversubscribe 200 Kali dan Langsung ARA!

AKURAT.CO Fore Coffee resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan langsung mencetak prestasi mengesankan.
Di hari pertama perdagangan, saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) melesat 34,04 persen ke level Rp252 dan menyentuh batas atas auto reject (ARA).
Antusiasme investor luar biasa. Berdasarkan data sistem e-IPO, penawaran saham Fore Coffee mengalami oversubscription hingga 200,63 kali, dengan partisipasi lebih dari 114.000 investor.
Fore pun menjadi emiten ke-12 yang listing di BEI sepanjang 2025.
IPO ini sukses menghimpun dana segar sebesar Rp353,44 miliar melalui penawaran 1,88 miliar saham baru atau 21,08 persen dari total modal disetor, dengan harga penawaran Rp188 per saham.
Mandiri Sekuritas dan Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai joint lead underwriter.
“Kami sangat antusias menyambut babak baru ini bersama para investor. IPO ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkokoh fondasi bisnis dan memperluas jangkauan pasar,” ujar CEO Fore Coffee, Vico Lomar, Senin (14/4/2025).
Keputusan untuk IPO di tengah ketidakpastian global disebut sebagai langkah berani namun penuh perhitungan.
Baca Juga: Tips Berhasil Login dan Aktivasi MFA ASN Digital, Segera Terakhir Hari Ini!
Komisaris Utama Fore Coffee dan Co-Founder East Ventures, Willson Cuaca, menegaskan, keberhasilan IPO ini membuktikan, Indonesia punya startup yang bukan hanya tumbuh, tetapi juga profitable dan dikelola dengan good governance.
“Ini bukan sekadar soal valuasi atau exit. Ini soal pertumbuhan berkelanjutan. Fore ingin membuat Indonesia bangga, dan dari sini, kita melangkah from Indonesia to the world,” tegas Willson.
Fore Coffee juga mendapat dukungan penuh dari East Ventures, membuka peluang sinergi melalui akses modal, sumber daya, dan ekosistem startup yang luas.
Fore Coffee menunjukkan pertumbuhan kinerja yang sangat kuat dalam tiga tahun terakhir:
- Penjualan bersih Rp727 miliar per September 2024, tumbuh 135 persen (yoy).
- Laba kotor Rp447 miliar, naik 128 persen (yoy).
- EBITDA Rp135 miliar, melonjak 187 persen (yoy).
Dengan CAGR penjualan sebesar 112 persen (2021–2023), Fore membuktikan model bisnisnya berjalan efektif dan siap bersaing di pasar kopi nasional.
Menurut laporan Redseer (Desember 2024), pasar kopi Indonesia diprediksi tumbuh 11 persen per tahun hingga 2030, dengan potensi pasar mencapai USD12,6 miliar (Rp214 triliun).
Tren gaya hidup dan konsumsi kopi membuka peluang besar bagi brand seperti Fore yang punya fondasi kuat dan proposisi nilai jelas.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi ambisius Fore Coffee, antara lain:
- Rp275 miliar untuk membuka 140 gerai baru dalam dua tahun ke depan.
- Rp60 miliar untuk ekspansi vertikal dengan membuka lini outlet donat melalui anak usaha.
- Rp18,44 miliar untuk kebutuhan modal kerja.
Strategi pertumbuhan Fore berbasis riset pasar dan data internal yang dieksekusi oleh tim pengembangan bisnis, serta didukung inovasi dari tim R&D dan pelatihan barista berkelanjutan, memastikan kualitas tetap terjaga seiring ekspansi.
Fore Coffee kini memasuki babak baru sebagai perusahaan publik, membawa semangat baru bagi industri kopi nasional dan menunjukkan bahwa startup lokal bisa tumbuh sehat, untung, dan bersaing di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









