Akurat

Premi Asuransi Turun, Tapi Aset Hingga Modal Tetap Tumbuh? Ini Kata OJK

Yosi Winosa | 11 April 2025, 16:00 WIB
Premi Asuransi Turun, Tapi Aset Hingga Modal Tetap Tumbuh? Ini Kata OJK

AKURAT.CO Industri asuransi di Indonesia lagi mengalami tantangan, terutama dari sisi pendapatan premi. Dalam dua bulan pertama tahun 2025, pendapatan premi tercatat turun tipis.

Tapi tenang, bukan berarti sektor ini sedang sekarat. Justru, dari sisi aset dan permodalan, kondisinya masih cukup solid.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi industri asuransi hingga Februari 2025 mencapai Rp60,27 triliun, atau turun 0,94% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini utamanya datang dari sektor asuransi umum dan reasuransi yang mengalami kontraksi cukup signifikan, yakni turun 7,17% yoy menjadi Rp27,91 triliun. Sebaliknya, kabar baik datang dari asuransi jiwa yang justru masih tumbuh positif sebesar 5,16% yoy, dengan nilai premi mencapai Rp32,35 triliun.

“Pendapatan premi industri asuransi komersial pada periode Januari–Februari 2025 sebesar Rp60,27 triliun atau turun 0,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga: Musim Mudik Lebaran, Zurich dan UOB Hadirkan Asuransi Lebaran

Meskipun pendapatan premi sedang lesu, total aset industri asuransi justru menunjukkan tren yang positif. Sampai Februari 2025, total aset mencapai Rp1.141,71 triliun, atau tumbuh 1,03% yoy dari sebelumnya Rp1.130,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Khusus di segmen asuransi komersial, pertumbuhan aset bahkan cukup mencolok. Totalnya mencapai Rp920,25 triliun, yang disebut mengalami lonjakan signifikan hingga 115% yoy. 

Sedangkan di sisi lainnya, kondisi permodalan di industri asuransi juga masih sangat sehat.

"Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi menunjukkan rasio kecukupan modal (risk-based capital/RBC) yang secara agregat masih sangat baik, yaitu masing-masing sebesar 466,40 persen dan 317,88 persen, jauh di atas threshold minimum sebesar 120 persen," ujar Ogi.

Baca Juga: Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Hadirkan Asuransi t Mudik untuk Lindungi Pemudik Lebaran 2025

Dari bagian sektor non-komersial keadaannya ternyata tetap stabil. Asuransi non-komersial, seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga jaminan ASN, TNI, dan Polri, mencatat total aset sebesar Rp221,45 triliun, naik 0,54% yoy.

Sementara itu, industri dana pensiun juga ikut mencatatkan performa positif. Aset dana pensiun tumbuh 5,94% yoy hingga menembus angka Rp1.511,71 triliun. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa