Meski IHSG menguat, indeks saham unggulan LQ45 justru terkoreksi -0,21% ke 711,67. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan sentimen di pasar, dimana saham-saham teknologi dan sektor tertentu menjadi primadona, sementara sektor keuangan (-0,88%) dan barang konsumen primer (-0,62%) mengalami tekanan.
Sentimen positif datang dari kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperbolehkan buyback saham tanpa perlu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Hal ini meningkatkan optimisme investor, terutama terhadap saham-saham konglomerasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan turut menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Dari eksternal, investor masih mencermati hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mengisyaratkan kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini.
Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, pasar keuangan global, termasuk Indonesia, bisa mendapatkan dampak positif dari likuiditas yang lebih longgar.
Dengan kondisi pasar yang masih positif, beberapa saham yang mengalami penguatan signifikan hari ini antara lain MINA, FORU, POLU, RONY, dan SAFE.
Saham-saham ini bisa menjadi perhatian untuk perdagangan esok hari, terutama jika tren positif di sektor teknologi dan transportasi berlanjut.
Sebaliknya, beberapa saham yang mengalami pelemahan seperti IFII, ACES, BOAT, dan MIRA juga patut dipantau. Jika terjadi rebound teknikal atau adanya katalis positif, saham-saham ini bisa menarik bagi investor yang ingin mencari peluang beli di harga lebih murah.
Untuk rekomendasi saham esok hari, investor bisa mempertimbangkan saham-saham di sektor teknologi dan transportasi, mengingat kenaikan tajam yang terjadi hari ini.
Saham teknologi cenderung diuntungkan dengan optimisme investor terhadap pertumbuhan digital di Indonesia.
Selain itu, saham-saham BUMN yang mendapat sentimen positif dari kebijakan buyback layak dipertimbangkan. Investor bisa melihat pergerakan saham perbankan BUMN dan infrastruktur yang memiliki valuasi menarik serta potensi pertumbuhan jangka panjang.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas pasar, terutama menjelang rilis data ekonomi global dan regional.
Sentimen eksternal, seperti kebijakan moneter The Fed dan dinamika geopolitik, masih bisa memberikan kejutan terhadap pergerakan IHSG.