Akurat

Efisiensi Biaya dan Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Laba PermataBank di 2024

Demi Ermansyah | 7 Maret 2025, 19:10 WIB
Efisiensi Biaya dan Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan Laba PermataBank di 2024

AKURAT.CO PT Bank Permata Tbk (PermataBank/BNLI) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2024 dengan meraih laba bersih sebesar Rp3,6 triliun, atau tumbuh 38% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode Desember 2023. 

Lonjakan laba tersebut tidak lepas dari strategi efisiensi biaya serta transformasi digital yang semakin matang.

Menurut Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad menjelaskan bahwasanya pencapaian positif yang diraih merupakan hasil penerapan manajemen biaya yang disiplin dan optimalisasi operasional berbasis digital. 
 
Hal ini, lanjutnya, terlihat dari rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) yang terus membaik di angka 50,1%, meskipun mengalami kenaikan tipis 1,5% yoy.

“Efisiensi operasional dan adaptasi cara kerja digital yang semakin advance menjadi kunci utama pencapaian ini, di samping pertumbuhan pendapatan operasional yang berkelanjutan,” kata Rudy dalam Public Expose Permata Bank 2025 di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
 
 
Transformasi digital Permata Bank, lanjutnya, tidak hanya sekedar memangkas biaya operasional saja, akan tetapi juga mempercepat layanan dan memperkuat struktur bisnis. 
 
"Sepanjang 2024, total pendapatan bank tumbuh 1% yoy, didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 2,3% yoy. Adapun Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (Pre-Provisioning Operating Profit/PPOP) tercatat Rp6,1 triliun, naik 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya," paparnya.

Selain itu, tambah Rudy, kualitas aset Permata Bank juga menunjukkan perbaikan di tengah tantangan ekonomi global. Dimana rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Gross turun menjadi 2,1% dari yang sebelumnya 2,9% pada 2023. Sedangkan untuk Loan at Risk (LAR) pun membaik ke level 7,9% dari 8,7% tahun lalu.

"Disisi penyaluran kredit, Permata Bank mencatat pertumbuhan 8,9 persen yoy menjadi Rp154,9 triliun. Sementara itu, total aset naik tipis 0,6 persen yoy menjadi Rp259,1 triliun, dengan rasio Loan to Deposit (LDR) yang membaik ke level 82,7 persen," ucapnya.

Meski demikian, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan 1,5% yoy menjadi Rp185,5 triliun akibat ketatnya persaingan suku bunga. Namun, Permata Bank tetap berhasil menjaga rasio dana murah (CASA) stabil di angka 55,3%.

Rudy menegaskan, posisi modal Permata Bank juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 34,7 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator dan rata-rata industri perbankan nasional.

“Dengan modal yang solid, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan, baik melalui ekspansi organik maupun inorganik, di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.