Saham EXCL Bakal Cerah Usai Merger
Hefriday | 5 Maret 2025, 13:53 WIB

AKURAT.CO Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) diperdagangkan pada level yang relatif stagnan meskipun pasar menunjukkan volatilitas tinggi. Kondisi ini diyakini tidak mencerminkan fundamental perusahaan, melainkan disebabkan oleh proses merger yang sedang berjalan.
Dalam sebulan terakhir, saham EXCL bergerak di kisaran Rp2.220 hingga Rp2.310. Analis dari Trimegah Sekuritas, Sabrina, mengungkapkan bahwa pergerakan harga tersebut merupakan kondisi “terkunci sementara” karena proses merger antara EXCL dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT Smart Telecom (SmartTel).
Sabrina juga mengisyaratkan adanya potensi lonjakan harga di masa mendatang.
“Dengan penentuan harga buyback sebesar Rp2.350 per saham saat merger, harga saham EXCL cenderung tidak akan jauh menyimpang dari level tersebut. Namun, setelah merger rampung, prospek perusahaan dan fundamentalnya akan mulai bersinar," ujar Sabrina dalam keterangannya, Rabu (5/3/2025).
Kinerja keuangan EXCL pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pendapatan perusahaan tumbuh 6% menjadi Rp34,4 triliun, sementara EBITDA meningkat 13% year on year (yoy) mencapai Rp17,88 triliun.
Hal ini turut mendorong margin EBITDA naik menjadi 52%, dan laba bersih melonjak 45% menjadi Rp1,85 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tidak hanya tercermin dari angka keuangan, namun juga dari peningkatan average revenue per user (ARPU) yang kini mencapai Rp43 ribu.
Selain itu, trafik data perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 9% yoy, mencapai 10.547 petabytes, menunjukkan daya tarik konsumen yang kuat.
Selain kinerja operasional, EXCL juga dikenal karena sejarah pembagian dividennya yang menarik. Pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan secara konsisten membagikan dividen yang cukup kompetitif, mulai dari Rp20 per saham pada 2019 hingga Rp49 per saham pada tahun buku 2023.
Dalam rencana merger, EXCL berencana membagikan dividen hingga USD70 juta atau setara Rp1,1 triliun, jumlah tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Dengan harga saham saat ini, yield dividen EXCL berpotensi mencapai 3,7%. Analis mencatat bahwa jelang merger biasanya ada dividen spesial bagi pemegang saham, sehingga potensi imbal hasil ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari kestabilan aliran kas.
Melihat prospek jangka panjang, saham EXCL dianggap sebagai pilihan investasi yang menarik. Merger dengan FREN diperkirakan akan menciptakan sinergi pra-pajak senilai Rp4,8 triliun hingga Rp6,4 triliun per tahun dalam tiga tahun pasca-merger.
Efek sinergi tersebut diyakini dapat meningkatkan valuasi saham secara signifikan.
Dikutip dari Bloomberg, sebanyak 26 dari 31 analis memberikan rekomendasi beli untuk saham EXCL, sementara 4 analis menyarankan untuk hold dan hanya 1 analis yang memberikan rekomendasi jual.
Target harga saham EXCL menurut konsensus berada pada kisaran Rp2.907 untuk periode 12 bulan ke depan.
Analis dari MNC Sekuritas, Christian Sitorus, juga memberikan pandangan positif terkait merger ini. Menurutnya, jika sinergi dapat terealisasi sebesar 5-10% pada tahun-tahun awal pasca-merger, harga saham EXCL berpotensi naik ke kisaran Rp3.100 hingga Rp3.400.
Oleh karena itu, MNC Sekuritas menganjurkan investor mempertimbangkan pembelian saham EXCL sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










