BBRI Tembus Rp3.600, Saham Paling Laris di Sesi I Perdagangan

AKURAT.CO Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan performa luar biasa pada sesi I perdagangan, Senin (3/3/2025), dengan menjadi saham yang paling laris diperdagangkan di bursa. Kondisi ini menunjukkan antusiasme investor terhadap saham milik BRI setelah sebelumnya sempat terpuruk.
Nilai transaksi saham BBRI telah mencapai Rp1,27 triliun, menempatkannya di puncak daftar top value pada hari ini. Angka tersebut mengindikasikan minat tinggi para pelaku pasar untuk melakukan transaksi dengan saham BBRI.
Frekuensi perdagangan saham BBRI pun mencatatkan rekor dengan mencapai 52,5 ribu kali. Meskipun dari segi volume saham, BBRI hanya berada di posisi kedua setelah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang jumlah sahamnya beredar jauh lebih banyak.
Kenaikan harga saham BBRI hari ini juga patut diperhatikan. Saham tersebut melonjak sebesar 7,14% menjadi Rp3.600, menandakan pemulihan signifikan setelah mengalami penurunan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Banyak Saham Berguguran, Investor Patut Lirik SBN
Pada perdagangan Jumat (28/2/2025), saham BBRI sempat anjlok 7,44% ke level Rp3.360. Pada hari itu, tercatat sebanyak 1 miliar saham BBRI ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 153.136 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp3,42 triliun, dengan rata-rata harga Rp3.419,6 per saham.
Dari sisi transaksi asing, tercatat adanya net sell senilai Rp879 miliar pada saham BBRI, menunjukkan bahwa meskipun terjadi pembelian oleh investor lokal, minat investor asing masih mengalami penurunan.
Sementara itu, BNI Sekuritas (BNIS) tetap mempertahankan rekomendasi “buy” untuk saham BBRI dalam jangka waktu 12 bulan ke depan, serta rekomendasi “hold” untuk tiga bulan. Target harga yang ditetapkan BNIS adalah Rp4.700 dalam periode 12 bulan.
Katalis baru bagi saham BBRI juga datang dari agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan pada bulan Maret. RUPS tersebut diharapkan akan membahas dividen final, yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Baca Juga: Saham Blue Chip Berguguran, Lo Kheng Hong: Kesempatan Beli Wonderful Company di Harga Diskon
Dikutip dari investor.id, analisis dari BNIS menunjukkan bahwa yield dividen final BBRI diperkirakan berkisar antara 5,6-6,1%, sedangkan yield total dapat mencapai 9,3-9,8%. Angka-angka ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari investasi dengan potensi pendapatan dividen yang stabil.
Secara keseluruhan, momentum positif yang tercipta pada sesi I ini menjadi indikator kuat bahwa saham BBRI kembali mendapatkan kepercayaan dari pasar. Para investor pun disarankan untuk terus memantau pergerakan saham ini, terutama menjelang RUPS yang dapat memberikan sinyal positif lebih lanjut untuk kelanjutan tren kenaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










