Banyak Saham Berguguran, Investor Patut Lirik SBN

AKURAT.CO Surat Berharga Negara (SBN) kian menarik di tengah tingginya volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini.
Investor mulai serius mempertimbangkan SBN sebagai alternatif instrumen investasi di tengah kondisi bursa saat ini.
Menurut CEO Mirae Asset, Tae Yong Shim, Surat Utang Negara (SUN) punya risiko relatif rendah dan dijamin oleh undang-undang. Hal ini menjadikannya pilihan investasi konservatif yang membantu investor menghadapi ketidakstabilan pasar.
Shim menjelaskan bahwa obligasi lebih stabil karena pergerakannya lebih pasif dibandingkan instrumen investasi lainnya. Selain itu, investor dapat memperoleh keuntungan dari pendapatan tetap yang dibayarkan secara berkala melalui kupon bunga.
"Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi tinggi, SBN menjadi strategi diversifikasi portofolio yang lebih stabil. Namun, tantangan yang dihadapi investor ritel adalah keterbatasan akses akibat pembelian minimum yang cukup tinggi," ujar Shim dalam keterangannya, Minggu (2/3/2025).
Baca Juga: IHSG Memerah, Intip Daftar Top Losers Selama Sepekan
Senada, Direktur Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia, Puneet Punj, mengatakan bahwa pasar obligasi Indonesia pada 2025 menawarkan prospek menarik.
Kebijakan moneter dan fiskal yang mendukung serta potensi penurunan suku bunga diharapkan meningkatkan daya tarik obligasi.
Sebagai langkah memperluas akses investor ritel ke obligasi negara, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menggandeng PT Bank DBS Indonesia menghadirkan instrumen investasi obligasi pemerintah melalui platform M-STOCK.
Platform ini memungkinkan investor membeli seluruh seri obligasi pemerintah di pasar sekunder, termasuk SBN konvensional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/sukuk negara).
“M-STOCK dirancang dengan teknologi canggih, real-time, seamless, dan terjangkau dengan minimal nominal pembelian Rp1 juta,” ujar Shim lagi.
Kolaborasi Mirae Asset dan Bank DBS Indonesia bertujuan memberikan akses lebih mudah dan terjangkau bagi investor ritel dalam berinvestasi di SBN. Shim optimistis investor ritel dapat mengembangkan portofolio mereka dengan lebih aman.
Sementara Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menambahkan bahwa kolaborasi ini menggabungkan keahlian Bank DBS Indonesia di perbankan digital dengan kekuatan Mirae Asset di bidang investasi dan manajemen aset.
“Kami akan menyediakan layanan keuangan yang komprehensif untuk memberdayakan individu dan bisnis,” ungkapnya.
Dengan adanya kemitraan ini, Bank DBS Indonesia berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas terhadap produk investasi, memperkuat literasi keuangan, dan mendorong budaya investasi yang bertanggung jawab di Indonesia.
Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan akhir pekan atau Jumat (28/2/2025), IHSG mengalami pelemahan signifikan sebesar 214,85 poin atau 3,31%, sehingga anjlok ke level 6.270,60. Penurunan tajam ini mencerminkan tekanan jual yang tinggi di pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










