Akurat

Waspada! Dua Saham Ini di Prediksi Alami Koreksi Tajam

Hefriday | 27 Februari 2025, 07:00 WIB
Waspada! Dua Saham Ini di Prediksi Alami Koreksi Tajam

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (26/2/2025) ditutup menguat sebesar 19,09 poin atau 0,29% ke level 6.606,1. Kenaikan ini terjadi di tengah berbagai sentimen pasar yang beragam, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, meskipun IHSG bergerak positif, sejumlah saham mengalami koreksi signifikan dan masuk dalam daftar top losers hari ini.

Dikutip dari Investor.id, Kamis (27/2/2025), Saham PT Bintang Samudera Mandiri Line Tbk (BSML) mencatat penurunan terdalam dengan merosot 16,9% menjadi Rp103 per lembar saham. Selain BSML, beberapa emiten lain juga mengalami pelemahan yang cukup tajam. PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) turun 13,1% menjadi Rp290, sementara PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) terkoreksi 10,7% ke level Rp133 per saham.

Tidak hanya itu, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) juga mengalami penurunan harga saham sebesar 10,4% ke level Rp155. Sementara itu, PT Bank Permata Tbk (BNLI) tercatat anjlok 10,2% menjadi Rp2.110 per lembar saham. Saham-saham ini menjadi perhatian investor karena mengalami tekanan jual yang signifikan di tengah penguatan indeks.

Baca Juga: IHSG Dibuka Nanjak 0,89 Persen, Saham BBCA hingga BRMS Menghijau

Selain itu, koreksi juga dialami oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang mengalami penurunan 13,2% ke harga Rp555 per saham. Saham PT Pinago Utama Tbk (PNGO) juga melemah 12,2% menjadi Rp1.750. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG mengalami penguatan, tekanan jual terhadap saham-saham tertentu tetap tinggi.

Di sisi lain, indeks saham Asia mengalami pergerakan bervariasi. Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 3,2%, sementara indeks Shanghai di China juga menguat sebesar 1%. Namun, indeks Straits Times di Singapura mengalami sedikit penurunan sebesar 0,09%, sedangkan Nikkei di Jepang melemah 0,2%.

Mengutip juga dari hasil laporan Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS). Indeks kepercayaan konsumen AS dilaporkan turun dari 105,3 menjadi 98,3, yang menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat akibat ketidakpastian ekonomi global.

Meskipun terdapat sejumlah saham yang terkoreksi tajam, beberapa emiten justru mengalami lonjakan harga hingga mencapai batas auto rejection atas (ARA). Saham PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) melonjak 34,8% ke level Rp120, sementara PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) juga menguat 34,4% menjadi Rp164 per saham.

PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) dan PT Lion Metal Works Tbk (LION) juga mencatatkan kenaikan signifikan masing-masing sebesar 34,4% dan 24,4%, dengan harga saham mencapai Rp 164 dan Rp 540. Selain itu, saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) naik 24,3% menjadi Rp 505, sedangkan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat 19,9% ke level Rp116.125.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa