AKURAT.CO PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana menerbitkan surat utang (notes) dengan nilai pokok maksimal USD500 juta atau setara dengan Rp7,83 triliun.
Dana yang dihimpun dari penerbitan ini akan digunakan untuk melunasi utang yang ada, termasuk surat utang 2026 yang berbunga 4,95%. Manajemen juga menegaskan langkah strategis ini untuk mengatasi beban utang dan meningkatkan likuiditas.
Notes yang akan diterbitkan tersebut direncanakan melalui penawaran internasional terbatas pada lembaga atau investor asing, dan akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX-ST).
Surat utang ini memiliki jangka waktu hingga 10 tahun dengan suku bunga tetap maksimal 7% per tahun yang dibayarkan setiap enam bulan.
Penerbitan notes bernilai jumbo ini melebihi 50% dari ekuitas perusahaan, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material. Uniknya, surat utang ini tidak akan dijamin oleh aset tertentu, yang mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Menurut pihak manajemen POWR, dana hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk melunasi sebagian atau seluruh surat utang 2026, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan memperpanjang jatuh tempo utang.
Laba Bersih USD75,34 Juta
Sementara itu, perseroan mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar USD75,34 juta sepanjang 2024, turun 2,13% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban bahan bakar, terutama gas dan batu bara, yang memberikan tekanan pada profitabilitas perusahaan di sektor ketenagalistrikan.
Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan membukukan pendapatan sebesar USD547,02 juta, naik tipis 0,17% dari USD546,08 juta pada 2023. Meskipun pendapatan menunjukkan pertumbuhan yang sangat minim, laba usaha turun signifikan sebesar 10,63% menjadi USD111,32 juta.
Kenaikan beban bahan bakar sebesar 2,12% menjadi USD272,08 juta, serta lonjakan beban lain-lain sebesar 40,22% yang mencapai USD11,68 juta, turut menyumbang penurunan laba perusahaan. Akibat tekanan biaya ini, laba sebelum pajak turun 7,45% menjadi USD103,91 juta dari USD112,28 juta pada tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar USD28,56 juta, laba bersih tercatat sebesar USD75,34 juta.
Dari sisi neraca, ekuitas per 31 Desember 2024 meningkat tipis sebesar 0,56% menjadi USD708,04 juta, sedangkan liabilitas naik menjadi USD628,64 juta dari USD620,1 juta. Kenaikan ini mendorong total aset perusahaan mencapai USD1,34 miliar, naik 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, kas dan setara kas perusahaan mengalami penurunan tajam sebesar 21,68% menjadi USD191,32 juta, turun dari USD244,29 juta di akhir 2023.