IHSG Dibuka Nanjak 0,89 Persen, Saham BBCA hingga BRMS Menghijau

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 58,87 poin atau 0,89% ke 6.645,96 pada Rabu (26/2/2025).
Searah, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,71 poin atau 0,63% ke 752,41.
Tercatat, 198 saham menguat, 100 saham melemah, dan 196 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau menjadi Rp11.521 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau paling aktif diperdagangkan, senilai Rp89,3 miliar dan naik 0,28% ke level Rp8.850. Kemudian saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp54,9 miliar dan naik 0,41% ke level Rp4.890.
Sementara saham lain yang juga merangkak adalah saham WIFI yang naik 4,98% ke level Rp2.320, saham BREN menguat 1,63% ke level Rp6.225, saham TLKM naik 2,03% ke level Rp2.510, dan saham BRMS yang naik 1,49% ke level Rp410 per saham.
Baca Juga: IHSG Terjun 2,41 Persen Hari Ini, Analis: Uptrend dalam Jangka Panjang
Asal tahu, pada perdagangan kemarin, Selasa (25/2/2025), naiknya ketegangan perdagangan yang dipicu oleh kebijakan Trump, ditambah dengan minimnya katalis domestik, mendorong aksi jual di pasar saham Indonesia.
IHSG turun sebesar 2,41% ke level 6.587,09. Seluruh sektor berada dalam zona merah, dengan sektor basic materials koreksi terdalam. Investor asing catat penjualan bersih senilai Rp1,63 triliun.
Di pasar global, pasar saham Amerika Serikat melemah karena kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi. S&P 500 turun sebesar 0,47% dan Nasdaq turun 1,24%.
Saham Nvidia dan Intel memimpin penurunan saham semikonduktor seiring pemerintahan Trump berupaya memperketat pembatasan industri chip China dan menekan sekutu untuk mengikuti langkah tersebut.
Data keyakinan konsumen AS turun menjadi 98,3 (Februari) dari 105,3 (Januari) di tengah kekhawatiran terhadap prospek perekonomian AS yang lebih luas. Imbal hasil UST tenor 10 tahun turun 11 bps menjadi 4,29% mengikuti hasil data tersebut.
Pasar saham Asia melemah karena upaya Trump memperketat pembatasan industri chip China membebani sentimen pasar. MSCI Asia Pacific turun 1,03%, CSI 300 China melemah 1,11%, dan Hang Seng Hong Kong turun sebesar 1,32%.
Nikkei Jepang melemah 1,39%, tertekan oleh saham teknologi di tengah kekhawatiran AS-China dan permintaan global terkait AI mengikuti laporan bahwa Microsoft telah membatalkan beberapa sewa kapasitas pusat data.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










