IHSG Terjun 2,41 Persen Hari Ini, Analis: Uptrend dalam Jangka Panjang
Hefriday | 25 Februari 2025, 20:16 WIB

AKURAT.CO IHSG ditutup merosot 2,41% dan mencapai level 6.587,08 pada perdagangan Selasa (25/2/2025). Dari ribuan saham yang diperdagangkan, 490 saham berakhir di area merah, hanya 119 yang naik, sementara 173 lainnya tidak mengalami perubahan signifikan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang diproyeksikan akan mengelola aset lebih dari Rp14.000 triliun.
Peluncuran BPI ini menjadi sorotan, karena sejumlah pakar ekonomi menilai adanya potensi risiko yang bisa memengaruhi investasi domestik.
Direktur Penyuluhan CSA Institute, Aria Institute, menjelaskan bahwa penurunan IHSG beberapa waktu terakhir bukanlah akibat langsung dari peluncuran BPI Danantara.
"Pelemahan IHSG itu berawal dari tahun lalu. Memang dana global mencari tempat investasi yang lebih menarik karena suku bunga masih tinggi, sedangkan Indonesia sempat menurunkan suku bunga, sehingga emerging market jadi kurang menarik. Jadi sebenarnya bukan karena sentimen Danantara itu," ungkap Aria dikutip Selasa (25/2/2025).
Aria menambahkan, penurunan IHSG yang terjadi bersamaan dengan peluncuran BPI Danantara mungkin memberi kesan bahwa pelaku pasar belum mendukung penuh lembaga baru tersebut.
Namun, ia memahami bahwa sikap skeptis adalah wajar di kalangan investor, terutama ketika menghadapi inovasi baru. Menurut Aria, rasa takut dan kekhawatiran yang muncul itu berasal dari ketidakpastian.
"Rasa takut, khawatir, dan cemas itu kan berasal dari sesuatu yang kita tidak ketahui. Dari kekhawatiran itu, secara jangka pendek, ada tekanan ke pasar. Tapi nanti, ketika pelaksanaannya sudah cukup baik dan dipahami secara komprehensif, itu akan kembali mengalir ke pasar," tambahnya.
Di tengah situasi tersebut, Aria juga menyebutkan bahwa saat ini dana investor sedang "bergeser" ke tempat-tempat yang dianggap lebih menarik. Hal ini menunjukkan bahwa para investor selalu mencari peluang terbaik untuk menempatkan modalnya.
Meski begitu, Aria optimistis bahwa dalam jangka panjang, IHSG akan kembali ke tren naiknya. "Secara prospek jangka panjang nanti akan kembali bergerak ke gerakan primernya, yaitu kembali ke uptrend lagi untuk di IHSG di Indonesia," tukas Aria.
Sementara itu, peluncuran BPI Danantara diharapkan dapat membawa inovasi baru dalam pengelolaan aset investasi nasional. Namun, pelaku pasar masih menunggu implementasi nyata dan dampak positif dari lembaga tersebut.
Investor kini tengah menantikan data ekonomi lebih lanjut yang bisa memberikan sinyal pergerakan pasar ke depan. Walaupun terjadi tekanan jangka pendek, keyakinan bahwa pasar akan kembali stabil dan tumbuh tetap menjadi harapan utama bagi banyak pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










