Wacana Rekonsiliasi Dagang AS-China, Yuan dan Saham Kian Menguat

AKURAT.CO Setiap kata-kata Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tampaknya masih memiliki pengaruh besar terhadap pasar global, terutama terkait hubungan dagang AS-China.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan dagang baru dengan China, yang langsung berimbas pada pergerakan pasar keuangan.
Saat pasar Asia baru saja dibuka, komentar Trump langsung memicu reaksi positif di berbagai sektor, terutama mata uang dan saham China.
Mengutip dari laman Reuters, Yuan China (CNY) mengalami penguatan 0,2% di pasar offshore setelah sebelumnya melemah dalam tiga sesi berturut-turut. Di pasar onshore, yuan juga naik 0,1%.
Baca Juga: Meski Digempur AS, China Siap Kendalikan Stabilitas Yuan
Saham-saham China yang sebelumnya mengalami tekanan juga mulai membaik. Mengacu kepada data Indeks Hang Seng China Enterprises, yang berisi perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di Hong Kong, berhasil memangkas penurunan dari 2,4% menjadi di bawah 1,5%.
Investor tampaknya menangkap pernyataan Trump sebagai sinyal positif bahwa hubungan dagang AS-China bisa sedikit mencair. Meski belum ada kepastian tentang kesepakatan baru, komentar dari mantan presiden AS itu cukup untuk memberikan sentimen optimis bagi pasar.
Merespon hal tersebut, Kepala Riset di Asia ANZ Banking Group, Khoon Goh menjelaskan bahwa saat ini pasar sudah cukup terbiasa dengan gaya Trump yang sering melontarkan pernyataan mendadak yang mempengaruhi pasar.
“Pasar sudah terbiasa dengan rentetan unggahan media sosial, wawancara, atau komentar spontan dari Presiden Trump. Ini sangat berbeda dengan pendekatan pemerintahan sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Redam Perang Dagang, China Bakal Perbanyak Impor
Sementara itu, Ahli strategi senior di Credit Agricole CIB di Hong Kong, Eddie Cheung menilai bahwa komentar Trump kali ini terdengar lebih lunak daripada yang diperkirakan banyak orang.
“Pendekatan Trump terhadap China kali ini sedikit lebih ringan, yang memberikan dorongan bagi pasar. Namun, masuk akal untuk berasumsi bahwa masih ada hambatan dalam perjalanan menuju kesepakatan dagang yang baru,” kata Cheung.
Meski reaksi awal pasar cukup positif, masih ada ketidakpastian besar terkait hubungan dagang AS-China. Mengingat rekam jejak Trump dalam kebijakan perdagangan yang sering berubah-ubah, investor masih berhati-hati dalam mengambil keputusan jangka panjang.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah China mengenai kemungkinan negosiasi baru dengan AS. Beberapa analis berpendapat bahwa Beijing tidak akan terburu-buru menanggapi pernyataan Trump, mengingat hubungan kedua negara yang masih penuh ketegangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa









