Akurat Logo

Redam Perang Dagang, China Bakal Perbanyak Impor

Demi Ermansyah | 23 Januari 2025, 16:58 WIB
Redam Perang Dagang, China Bakal Perbanyak Impor

AKURAT.CO Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Wakil Perdana Menteri China, Ding Xuexiang, menyatakan bahwa negaranya siap memperluas impor untuk menciptakan perdagangan yang lebih adil dan seimbang.

Dimana langkah ini, menurut Ding, menjadi bagian dari strategi besar China untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global.

"Kami tidak mencari surplus perdagangan. Fokus kami adalah mengimpor lebih banyak produk dan layanan berkualitas tinggi untuk menciptakan keseimbangan perdagangan yang sehat," kata Ding melalui lansiran Reuters, Selasa (21/01/2025).

China sebelumnya kerap mendapat sorotan atas surplus perdagangan besar yang mencapai rekor USD992 miliar pada 2024, didorong oleh ekspor kuat.

Meski begitu, Ding menekankan bahwa China terus mengambil langkah untuk memperbaiki posisi ini. Salah satunya dengan mempertahankan tarif rendah rata-rata 7,3% dan memberikan kebijakan nol tarif bagi negara-negara kurang berkembang.

Baca Juga: Trump Tak Langsung Kenakan Tarif, Hubungan Dagang AS-China Mencair

"Kami ingin perdagangan menjadi lebih inklusif. Ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal kolaborasi," tambah Ding.

Langkah ini juga menjadi respons atas tekanan dari negara-negara seperti Uni Eropa dan Brasil yang telah memberlakukan tarif untuk membatasi produk murah dari China. Meski menghadapi tantangan, China optimistis dapat menjaga posisinya sebagai kekuatan ekonomi global.

Selain memperluas impor, Ding juga menyoroti upaya pemerintah China dalam menciptakan lingkungan bisnis yang ramah bagi investor asing. "Kami terus membuka pintu lebih lebar bagi investasi. China akan selalu menjadi tempat yang menarik bagi para pelaku bisnis global," ujarnya.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi domestik seperti lemahnya permintaan dalam negeri, China terus memperkuat strategi fiskal dan moneter. Beijing juga menegaskan komitmennya pada konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

"Keterbukaan adalah prinsip utama kami, dan ini tidak akan berubah," tegasnya.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.