Luhut Klaim Temasek Terkagum-kagum dengan Danantara
Camelia Rosa | 19 Februari 2025, 15:37 WIB

AKURAT.CO Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut BUMN Singapura, Temasek kagum dengan rencana pemerintah Indonesia membentuk badan yang akan mengelola aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Tadi malam misalnya, Temasek datang ke saya bertanya mengenai Danantara. Saya jelaskan mengenai Danantara, mereka juga terkagum-kagum kita bisa mengkonsolidiasikan aset negara yang nilainya mungkin bisa beberapa ratus miliar dolar," jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Bahkan Luhut mengaku optimis bahwa pendanaan awal Danantara bisa mencapai USD25 miliar. Angka itu lebih tinggi dari target Presiden Prabowo sebesar USD20 miliar. "Dengan dana yang ada di Danantara nanti, ya kita tidak perlu cari-cari cawe-cawe sana, tinggal bicara teknologi kita bisa investasi," imbuhnya.
Menurut Luhut yang terpenting saat ini yaitu menyiapkan proyek, salah satunya proyek Seaweed, Genome Sequencing serta kecerdasan buatan atau AI.
"Karena seaweed ini menciptakan lapangan kerja yang bagus tapi risetnya harus bagus, yang side cost-nya juga tidak terlalu mahal, kemudian juga sama tadi dengan apa, genome sequencing, karena genome sequencing ini saya kira akan menjawab ketahanan pangan, kemudian AI saya kira juga yang terpenting," tuturnya.
Terakhir Luhut menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat dan tidak memiliki keraguan dalam mencapai target yg ditetapkan. Menurutnya semua itu bisa dicapai asal seluruh pihak kompak.
"Dan saya suka juga karena saya lihat leadership Presiden, beliau firm dengan apa yang beliau capai. Dan saya tidak melihat ada hal-hal yang terlalu serius masalah," tukasnya.
Profil Danantara
Seperti diketahui, setidaknya 7 BUMN akan dilebur ke dalam Danantara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan MIND ID. Rumornya, INA (Indonesia Investment Authority) yang lebih dulu lahir juga bakal dilebur ke Danantara.
Ketujuh BUMN tersebut merupakan perusahaan pelat merah paling konsisten menyumbangkan dividen terbesar ke negara setiap tahunnya. MIND ID sendiri, yang merupakan holding BUMN tambang saat ini membawahi PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, dan PT Timah Tbk.
Beberapa figur ternamapun disebut bakal menjadi pengurus Danantara, mulai dari Muliaman Hadad hingga Pandu Sjahrir. Danantara bakal diluncurkan pada 24 Februari 2025 mendatang. Sejatinya, mirip seperti INA, Danantara merupakan badan pengelola investasi (sovereign wealth fund) yang dibentuk untuk mengoptimalkan kekayaan negara lewat investasi.
Adapun modal awal Danantara, sebagian akan bersumber dari hasil pemangkasan anggaran atau ikat pinggang 3 putaran ala Prabowo, dengan total nilai efisiensi mencapai Rp750 triliiun. Jika dirinci, pada putaran pertama, pemerintah akan menyisir Rp300 triliun dari Kementerian Keuangan. Lalu putaran kedua, pemerintah kembali menyiris Rp250 triliun lagi. Sisanya Rp200 triliun dari dividen BUMN.
"Jadi, totalnya kita punya Rp750 triliun (dari efisiensi anggaran). USD24 miliar (Rp392 triliun) terpaksa saya pakai. Untuk apa? Untuk makan bergizi. Rakyat kita, anak-anak kita, tidak boleh kelaparan! Sisanya, berarti kita akan punya USD20 miliar. Sisa. Dan ini tidak akan kita pakai. Ini akan kita serahkan ke Danantara untuk diinvestasikan," papar Prabowo baru-baru ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









