Akurat

Ini Tantangan Sektor Jasa Keuangan di 2025 Menurut OJK

Hefriday | 12 Februari 2025, 05:55 WIB
Ini Tantangan Sektor Jasa Keuangan di 2025 Menurut OJK

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti berbagai tantangan dan ketidakpastian yang akan dihadapi sektor keuangan pada tahun 2025.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan meningkat secara terbatas, OJK menegaskan pentingnya langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.  

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PITJK) 2025 di Jakarta, menyampaikan bahwa faktor eksternal, seperti normalisasi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan negara utama lainnya, masih menjadi perhatian.
 
Meskipun laju kenaikan suku bunga diperkirakan lebih lambat, dampaknya terhadap arus modal dan nilai aset keuangan tetap harus diantisipasi.  
 
“Di sisi lain, divergensi pemulihan ekonomi di antara negara-negara industri berpotensi mengakibatkan terjadinya perbedaan monetary path dari berbagai otoritas moneter global yang akan mempengaruhi capital flow dan nilai aset keuangan,” ujar Mahendra dalam PITJK, di Jakarta, Selasa (11/2/2025). 
 
 
Selain faktor moneter, perkembangan geopolitik dan geoekonomi yang dinamis juga menjadi tantangan bagi pemulihan ekonomi global.
 
Mahendra menyoroti bahwa kebijakan perdagangan kini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor politik dibandingkan dengan pertimbangan ekonomi, yang dapat meningkatkan fragmentasi perdagangan dan menurunkan volume perdagangan internasional.  
 
“Begitupun dengan mulai terjadinya divergensi kebijakan dan penerapan standar internasional di sektor keuangan antarnegara yang juga dapat menciptakan perbedaan daya saing sektor keuangan,” tambahnya.  
 
Di dalam negeri, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan struktural yang perlu segera diatasi. Salah satunya adalah perlunya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor formal serta mempercepat pemulihan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah bawah yang pemulihannya masih tertahan.  
 
“Di tengah downside risk tersebut, diperlukan langkah transformatif untuk mencapai target pertumbuhan yang diharapkan,” kata Mahendra. 
 
Ia menekankan bahwa OJK mendukung berbagai program prioritas yang diinisiasi pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi dan mewujudkan visi Indonesia Emas.  
 
Sebagai bagian dari upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi, OJK telah menetapkan beberapa kebijakan prioritas. Salah satunya adalah optimalisasi kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pencapaian target program pemerintah, mengingat keterbatasan kapasitas anggaran negara.  
 
“Kami mengarahkan sektor jasa keuangan mengambil peran untuk mendorong pertumbuhan mengingat keterbatasan kapasitas anggaran pemerintah,” ujar Mahendra.  
 
Selain itu, OJK juga menyiapkan tiga kebijakan utama lainnya, yakni pengembangan sektor jasa keuangan untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, penguatan kapasitas sektor jasa keuangan serta pengawasan, serta peningkatan efektivitas penegakan hukum dan perlindungan konsumen.  
 
OJK berharap sektor jasa keuangan dapat tetap resilien di tengah tantangan global dan domestik yang ada. 
 
“Kami akan terus memastikan bahwa kebijakan yang diambil selaras dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan pasar, sehingga sektor keuangan tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tukas Mahendra.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa