Efisiensi Anggaran Dijalankan, Bansos Tetap Aman

AKURAT.CO Pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran besar-besaran di tahun 2025.
Tapi tenang saja, dana bantuan sosial (bansos) tetap aman dan tidak tersentuh pemangkasan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan bahwa program bansos tetap berjalan sesuai rencana.
Meskipun ada arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyesuaikan belanja negara.
"Belanja bantuan sosial tidak dipotong sama sekali. Anggarannya tetap utuh," katanya dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 di Tangerang, Banten, Kamis (30/1/2025).
Dengan target belanja negara mencapai Rp3.621,3 triliun pada 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: PKH 2025 Cair! Ini Cara Cek Bansos kemensos.go.id 2025 Paling Terbaru Lewat HP Tanpa Ribet
"Sebab, ada sejumlah pos anggaran seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor dan kegiatan seremonial dikurangi secara signifikan," kata Menkeu.
Surat edaran yang diterbitkan Kementerian Keuangan menginstruksikan pemangkasan di 16 pos belanja dengan besaran bervariasi.
Alat tulis kantor (ATK), misalnya, dipangkas hingga 90 persen. Sementara belanja seminar dan kajian turun sekitar 45 persen.
Begitu juga dengan anggaran perjalanan dinas yang dikurangi hampir 54 persen.
"Pemerintah berharap efisiensi ini bisa membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," jelas Menkeu.
Sementara itu, kementerian dan lembaga diwajibkan melaporkan rencana efisiensinya ke DPR dan Kemenkeu sebelum 14 Februari 2025.
Baca Juga: Bansos PKH 2025 Kapan Cair? Cek Jadwal Terbaru, Cara Pencairan dan Syaratnya di Sini!
Jika tidak, Kemenkeu akan menyesuaikannya secara otomatis.
"Tentunya langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan fiskal tetap sehat tanpa mengorbankan program-program penting yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat," demikian Menkeu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








