Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers Pekan Ini
Hefriday | 19 Januari 2025, 20:01 WIB

AKURAT.CO Pada pekan perdagangan 13-17 Januari 2025, dinamika pergerakan saham yang menarik perhatian. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan sebesar 0,93% ke level 7.154,6, beberapa saham justru mengalami kejatuhan tajam, sementara lainnya melonjak signifikan.
Dilansir dari Bursa Efek Indonesia, Minggu (19/1/2025), fenomena ini menunjukkan kontras yang mencolok dalam performa saham selama pekan tersebut. Pertarungan saham ini menjadi pantauan bagi investor agar tidak salah langkah.
Dikutip dari hasil IHSG sepekan ini, pasar menyaksikan saham-saham yang mencatatkan keuntungan besar. Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan fantastis sebesar 142,1%. Harga sahamnya melonjak dari Rp 2.230 menjadi Rp 5.400 dalam sepekan.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga mencatatkan lonjakan yang sama, yakni 142,1%, dengan harga naik menjadi Rp 920. Sementara itu, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melesat 95,3% menjadi Rp 2.970, diikuti oleh PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) yang naik 74,5% menjadi Rp 96.
Kenaikan harga juga dirasakan oleh PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), yang meningkat 63,1% menjadi Rp 12.400. Saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) terkerek 48,8% ke Rp 6.625, sementara PT Super Energy Tbk (SURE) melesat 43,6% ke Rp 3.620.
Saham lainnya, seperti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), naik 30,1% ke Rp 82, diikuti oleh PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang meningkat 28,5% ke Rp 135, dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang menanjak 28,1% menjadi Rp 980.
Di sisi lain, saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) menjadi yang paling terpukul dengan penurunan harga sebesar 70%, menjadikannya pemimpin daftar top losers. Harga saham BRRC anjlok dari Rp 250 menjadi Rp 75 dalam sepekan. Diikuti oleh saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) yang merosot 57,6% ke Rp 360 dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) yang jatuh 43,6% ke Rp 111.
Penurunan serupa juga dialami PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dengan harga saham turun 30,5% ke Rp 660. Saham PT Pakuan Tbk (UANG) terkoreksi 27,8% ke Rp 530, sementara PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) terpangkas 24,5% ke Rp 166.
Daftar saham yang mengalami tekanan tidak berhenti di situ. Saham PT SAP Express Tbk (SAPX) turun 24,1% menjadi Rp 1.100, disusul oleh PT Tanah Laut Tbk (INDX) yang tergelincir 17,6% ke Rp 98. Selain itu, PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) melemah 16,2% ke Rp 2.930, sementara PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) turun 13,6% ke Rp 3.230.
Meski demikian, secara keseluruhan, kapitalisasi pasar bursa justru meningkat 0,56% menjadi Rp 12.472 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian juga naik signifikan sebesar 33,5% menjadi Rp 11,6 triliun.
Pada perdagangan Jumat (17/1/2025), investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 240,2 miliar. Namun, secara kumulatif, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 2,69 triliun sepanjang tahun berjalan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat beli dari investor asing, aksi jual masih mendominasi pada periode sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini naik 34,7% menjadi 1,39 juta kali transaksi. Namun, volume transaksi harian justru sedikit turun 0,86% menjadi 17,5 miliar saham dibanding pekan sebelumnya.
Meski terdapat saham-saham yang tertekan, IHSG secara keseluruhan tetap menunjukkan performa positif. Kenaikan 0,93% pada indeks menunjukkan bahwa pasar masih memiliki daya tarik yang cukup besar bagi investor. Hal ini didukung oleh kenaikan nilai transaksi harian dan frekuensi transaksi yang menunjukkan likuiditas pasar yang baik.
Namun, kenaikan IHSG juga tidak terlepas dari performa saham-saham unggulan yang berhasil menopang indeks, seperti saham-saham sektor energi, teknologi, dan e-commerce.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










