Akurat

BI Rate Turun, Bos BNI Ingin Suku Bunga SRBI Ikut Melandai

Camelia Rosa | 16 Januari 2025, 05:11 WIB
BI Rate Turun, Bos BNI Ingin Suku Bunga SRBI Ikut Melandai

AKURAT.CO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. 

Kendati demikian, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar berharap bahwa penurunan suku bunga acuan ini juga diikuti dengan penurunan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
 
"Saya berharap sih sebenarnya suku bunga SRBI juga agak turun sedikit. Makanya saya berharap spending pemerintah juga tinggi di awal tahun, di awal ini. Terus SRBI juga bisa dikecilin dikit, bunganya diturunin, itu akan banyak," terangnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (15/1/2025). 
 
 
Hal itu diungkapkan Royke lantaran menurutnya penurunan suku bunga acuan ini tidak akan terlalu berdampak pada kredit dari BNI. Di samping itu, Royke juga mengaku belum dapat memastikan kapan suku bunga KPR akan turun.
 
"Dampaknya kepada kredit seharusnya sih nggak terlalu signifikan.Belum. Kita belum bisa lihat itu, nanti lihat (bunga KPR) Kan itu reference ratenya BI," pungkasnya. 
 
Diberitakan sebelumnya, selain suku bunga acuaan, BI juga memangkas suku bunga Deposit Facility sebesa 25 bps menjadi 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan asesmen menyeluruh terkait kondisi dan proyeksi ekonomi global dan ekonomi dalam negeri. 
 
"Keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, terjaganya nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan fundamental untuk mengendalikan inflasi dalam sasarannya, dan perlunya upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi," terang Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/1/2025).
 
Perry juga memastikan, ke depan, Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai fundamental, dengan tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.