Awali 2025, 3 Perusahaan Melantai di Bursa
Hefriday | 13 Januari 2025, 14:43 WIB

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan langkah penting dalam perkembangan pasar modal Indonesia dengan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari tiga perusahaan pada Senin (13/1/2025).
Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT), dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).
"Dengan demikian, total perusahaan tercatat saham menjadi 951 perusahaan. Ada pelajaran penting yang kami ambil, yaitu 'with growth opportunity comes to create responsibility'," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam acara pencatatan di Main Hall BEI, Jakarta.
Ketiga perusahaan tersebut membawa harapan baru, tidak hanya bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia tetapi juga untuk perekonomian nasional secara keseluruhan.
Pencatatan IPO di BEI bukan hanya sekadar proses administratif, tetapi juga mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurut Nyoman, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan investor.
"Perusahaan tercatat harus memiliki tiga unsur utama. Pertama, Earning Investor Trust, yakni memberikan kepercayaan kepada investor terkait penggunaan dana hasil IPO sesuai yang tercantum dalam prospektus," ujar Nyoman.
Dana yang diperoleh dari IPO diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, baik dari segi operasional maupun pasar. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan dan nilai investasi para pemegang saham.
"Kami mendorong agar dana IPO digunakan untuk pengembangan, sehingga mampu menciptakan kinerja operasional dan pasar yang optimal," tambahnya.
Selain itu, Nyoman menekankan pentingnya unsur Driving Growth for All. Dalam hal ini, perusahaan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional, termasuk dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Integritas menjadi salah satu elemen kunci yang diharapkan dari perusahaan tercatat. Nyoman menegaskan bahwa pengelolaan perusahaan yang baik merupakan tulang punggung dari kredibilitas suatu entitas bisnis.
"Perusahaan harus mulai mengelola bisnis dengan lebih transparan, lebih akuntabel, dan selalu berpegang pada etika bisnis yang bertanggung jawab," jelasnya.
Selain integritas, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama BEI. Nyoman mengingatkan bahwa perusahaan harus memperhatikan Sustainability Environmental Preservation sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka.
"Selain fokus pada kinerja, perusahaan juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan. Ini adalah elemen penting untuk menjamin keberlangsungan usaha di masa depan," tambahnya.
Ketiga perusahaan yang melantai di bursa pada hari ini menunjukkan potensi besar dalam sektor masing-masing. Berikut adalah rincian pencatatan saham perdana mereka:
1. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)
- Jumlah saham yang dilepas: 566,89 juta lembar (10% dari modal ditempatkan)
- Total dana yang dihimpun: Rp2,3 triliun
- Harga per saham: Rp4.060.
Dana hasil IPO ini rencananya akan digunakan untuk ekspansi usaha, termasuk pembangunan fasilitas baru yang mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan di sektor konstruksi.
2. PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT)
- Jumlah saham yang dilepas: 170 juta lembar (28,33% dari modal ditempatkan)
- Total dana yang dihimpun: Rp59,5 miliar
- Harga per saham: Rp350
Perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi ini berencana memanfaatkan dana IPO untuk mengembangkan riset dan inovasi produk kesehatan berbasis biofarmaka.
3. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
- Jumlah saham yang dilepas: 882,35 juta lembar (15% dari modal ditempatkan)
- Total dana yang dihimpun: Rp202,94 miliar
- Harga per saham: Rp230
Dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan distribusi, terutama di sektor manufaktur.
Pencatatan saham dari ketiga perusahaan ini menambah jumlah total emiten di BEI menjadi 951 perusahaan, sebuah capaian yang mencerminkan pertumbuhan positif pasar modal Indonesia. Namun, peluang ini juga harus diiringi dengan tanggung jawab besar dari para emiten.
Perusahaan yang tercatat di bursa harus mampu menjawab tantangan pasar, seperti menjaga kepercayaan investor, meningkatkan kinerja, dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
Di sisi lain, BEI juga terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi pasar modal. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang melantai di bursa, diharapkan partisipasi masyarakat dalam investasi saham juga meningkat.
Dengan masuknya tiga emiten baru ini, BEI semakin optimis terhadap prospek pasar modal Indonesia di masa depan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, berharap bahwa perusahaan-perusahaan tercatat dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami percaya bahwa dengan integritas, transparansi, dan tanggung jawab, perusahaan-perusahaan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional," tukas Nyoman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










