Mengenal LQ45, Indeks Saham Terpopuler di Tanah Air
Hefriday | 11 Januari 2025, 21:47 WIB

AKURAT.CO Investasi di pasar saham kian diminati masyarakat Indonesia. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian investor, baik pemula maupun berpengalaman, adalah indeks saham. Di antara berbagai indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), LQ45 menjadi salah satu yang paling populer.
Namun, apa sebenarnya LQ45 itu, dan bagaimana perbedaannya dengan saham bluechip? Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (11/1/2025), berikut akan kita kupas tuntas topik tersebut.
LQ45 adalah salah satu indeks saham yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia. Indeks ini mencakup 45 saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental perusahaan yang baik. Indeks ini pertama kali diluncurkan pada Februari 1997 untuk memberikan gambaran kepada investor tentang pergerakan saham-saham unggulan di pasar modal Indonesia.
Kriteria pemilihan saham yang masuk dalam LQ45 cukup ketat. Saham-saham yang terdaftar harus memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, yang diukur berdasarkan nilai transaksi harian dan jumlah perdagangan.
Selain itu, emiten juga harus memiliki fundamental keuangan yang kuat, seperti laba bersih yang stabil atau meningkat dan manajemen yang baik. Indeks ini diperbarui setiap enam bulan sekali, yaitu pada Februari dan Agustus, untuk memastikan hanya saham-saham yang memenuhi kriteria yang tetap berada dalam daftar.
LQ45 menjadi pilihan utama bagi banyak investor karena beberapa alasan:
1. Likuiditas Tinggi
Saham-saham dalam indeks LQ45 memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, sehingga mudah diperjualbelikan. Ini membuat investor, terutama yang fokus pada perdagangan harian, lebih leluasa dalam melakukan transaksi.
2. Fundamental yang Kuat
Emiten dalam LQ45 biasanya memiliki kinerja yang baik dan dikenal luas. Perusahaan-perusahaan ini umumnya berasal dari berbagai sektor yang menjadi pilar perekonomian, seperti perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur.
3. Diversifikasi Otomatis
Dengan berinvestasi pada reksa dana atau ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis LQ45, investor secara otomatis mendapatkan diversifikasi karena indeks ini mencakup saham dari berbagai sektor.
Saham Bluechip
Istilah "saham bluechip" sering digunakan untuk merujuk pada saham perusahaan besar, mapan, dan memiliki reputasi baik di pasar. Perusahaan-perusahaan ini biasanya memiliki kapitalisasi pasar yang besar, kinerja yang konsisten, dan sering kali menjadi pemimpin di sektornya.
Beberapa karakteristik utama saham bluechip meliputi:
- Stabilitas. Perusahaan dengan saham bluechip cenderung memiliki pendapatan yang stabil, bahkan di tengah kondisi pasar yang sulit
- Pembagian Dividen. Emiten bluechip biasanya memberikan dividen secara teratur, yang menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang
- Reputasi Global atau Nasional.Banyak dari perusahaan ini dikenal secara luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Perbedaan LQ45 dan Saham Bluechip
Meskipun keduanya sering dianggap sebagai saham unggulan, LQ45 dan saham bluechip memiliki beberapa perbedaan yang mendasar.
1. Cakupan Saham
LQ45 adalah indeks yang mencakup 45 saham berdasarkan likuiditas dan kriteria tertentu. Sementara itu, saham bluechip bukanlah indeks resmi, melainkan istilah yang digunakan untuk menyebut saham-saham perusahaan besar dan mapan.
2. Kriteria Pemilihan
Saham dalam LQ45 dipilih berdasarkan likuiditas dan fundamental. Sementara saham bluechip lebih fokus pada reputasi perusahaan, kapitalisasi pasar, dan stabilitas pendapatan.
3. Perubahan Daftar
Komposisi LQ45 diperbarui secara berkala, sehingga saham dalam indeks ini bisa berubah setiap enam bulan. Sebaliknya, saham bluechip cenderung lebih stabil karena reputasi perusahaan tidak berubah dengan cepat.
4. Tujuan Investasi
LQ45 sering digunakan sebagai acuan untuk perdagangan jangka pendek atau menengah karena likuiditasnya yang tinggi. Saham bluechip lebih cocok untuk investasi jangka panjang karena stabilitasnya.
Beberapa saham yang sering masuk dalam daftar LQ45 sekaligus dianggap sebagai saham bluechip antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Astra International Tbk (ASII)
Namun, ada juga saham dalam LQ45 yang tidak selalu dianggap sebagai bluechip karena kapitalisasi pasarnya yang lebih kecil atau sektor usahanya yang lebih spesifik.
Keuntungan Berinvestasi di LQ45
1. Potensi Keuntungan yang Tinggi
Saham LQ45 cenderung mengalami fluktuasi harga yang cukup besar, memberikan peluang keuntungan bagi investor yang aktif.
2. Akses Mudah
Investor dapat membeli saham-saham LQ45 langsung di pasar saham atau melalui reksa dana yang berbasis indeks ini.
3. Diversifikasi Risiko
Dengan berinvestasi di LQ45, Anda secara tidak langsung berinvestasi di berbagai sektor, sehingga risiko dapat tersebar.
Keuntungan Berinvestasi di Saham Bluechip
1. Stabilitas yang Terjamin
Saham bluechip memberikan ketenangan karena kinerjanya yang relatif stabil, bahkan di tengah gejolak pasar.
2. Dividen Rutin
Investor jangka panjang sering memilih saham bluechip karena dividen yang diberikan secara konsisten.
3. Reputasi yang Kuat
Perusahaan bluechip memiliki reputasi yang baik, sehingga memberikan kepercayaan lebih kepada investor.
Pilih Mana, LQ45 Atau Saham Bluechip?
Memilih antara LQ45 dan saham bluechip bergantung pada tujuan investasi Anda. Jika Anda mencari keuntungan jangka pendek dengan memanfaatkan fluktuasi harga, LQ45 bisa menjadi pilihan.
Sementara jika fokus Anda adalah stabilitas jangka panjang dan pendapatan pasif dari dividen, saham bluechip lebih cocok.
Namun, tidak ada salahnya untuk mengombinasikan keduanya dalam portofolio Anda. Diversifikasi adalah kunci utama dalam investasi saham.
LQ45 dan saham bluechip sama-sama menawarkan peluang menarik bagi investor. Dengan pemahaman yang tepat tentang karakteristik dan tujuan masing-masing, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalkan risiko.
Sebelum memulai, pastikan Anda melakukan riset mendalam dan berkonsultasi dengan ahli keuangan jika diperlukan.
Dengan berinvestasi secara bijak, baik di LQ45 maupun saham bluechip, Anda bisa membangun masa depan keuangan yang lebih cerah. Jangan lupa, konsistensi dan kesabaran adalah kunci utama dalam meraih sukses di dunia investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










