Transaksi Kripto di Tokocrypto Melonjak 180 Persen Selama 2024, Tembus Rp130 Triliun
Yosi Winosa | 7 Januari 2025, 18:56 WIB

AKURAT.CO Tokocrypto, salah satu platform perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, mencatatkan volume transaksi yang mencapai lebih dari USD8 miliar setara Rp130 triliun sepanjang tahun 2024.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 180% secara year-on-year (yoy) dibandingkan 2023 yang hanya mencatatkan volume sebesar USD2,8 miliar.
Menurut Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal, pertumbuhan ini menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto sebagai pilihan investasi dan perdagangan. Namun, ia menekankan pentingnya literasi dan edukasi untuk menjaga ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan.
Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga menunjukkan tren serupa. Sepanjang Januari hingga November 2024, total nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp556,53 triliun, meningkat drastis sebesar 356,16% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp122 triliun.
"Hingga November 2024, tercatat 22,1 juta pelanggan aset kripto, dengan 1,3 juta di antaranya aktif melakukan transaksi melalui Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) dan Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK)," kata Iqbal dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).
Adapun jenis aset kripto yang mencatat nilai transaksi tertinggi adalah Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Dogecoin (DOGE), Pepe (PEPE), dan XRP (XRP). Tokocrypto sendiri berkontribusi sekitar 23% dari total transaksi aset kripto di pasar Indonesia, menjadikannya pemain dominan dalam industri ini.
Menurut Wan Iqbal, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan regulasi yang semakin baik serta upaya pemerintah dalam mendukung ekonomi digital. "Kami optimis bahwa aset kripto akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan keuangan digital di Indonesia," ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia semakin melihat aset kripto sebagai alternatif investasi yang inovatif dan potensial. "Dengan regulasi yang matang dan edukasi yang terus kami dorong, ekosistem kripto dapat menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Tokocrypto pun terus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya bagi pengguna dalam berinvestasi aset digital. Hal ini dibuktikan dengan berbagai inisiatif edukasi, pengembangan teknologi, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
Melihat prospek di tahun 2025, Wan Iqbal yakin tren positif ini akan berlanjut. "Dengan adopsi aset kripto yang semakin meluas, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pasar terbesar di dunia dalam industri keuangan digital," katanya.
Ke depan, Tokocrypto berkomitmen untuk tidak hanya memperluas basis pengguna tetapi juga menghadirkan inovasi yang mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Peningkatan transaksi kripto ini pun menjadi bukti bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










