Pekan Awal 2025, Dana Asing Rp1,08 Triliun Banjiri RI

AKURAT.CO Awal tahun 2025 masih diwarnai dengan aliran modal asing (nonresiden) masuk ke pasar keuangan Tanah Air atau capital inflow. Pada pekan pertama Januari 2025 (30 Desember 2024 – 2 Januari 2025), nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp1,08 triliun.
Rinciannya, terdiri dari beli neto Rp0,32 triliun di pasar saham, beli neto Rp1,94 triliun di pasar SBN, dan jual neto Rp1,17 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Adapun selama tahun 2025 atau Year to Date, berdasarkan data setelmen BI hingga 2 Januari 2025, nonresiden masih tercatat masuk (capital inflow) sebesar Rp0,08 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp0,56 triliun di pasar saham, jual neto Rp0,20 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp0,28 triliun di SRBI.
Baca Juga: Dana Asing Rp5,13 Triliun Kabur dari RI Selama Sepekan
Sebagai perbandingan, selama tahun 2024 lalu, asing mencatatkan aliran modal masuk (capital inflow) sebesar Rp212,32 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp15,74 triliun di pasar saham, Rp34,59 triliun di pasar SBN, dan Rp161,99 triliun di SRBI.
Bi juga mencatat pada akhir perdagangan Kamis (2/1/2025), Rupiah ditutup pada level Rp16.190 per dolar AS. Sementara itu, pada Jumat pagi (3/1/2025), Rupiah dibuka pada level Rp16.200 per dolar AS.
Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mencatat penurunan ke level 6,97% pada 2 Januari 2025, dan kembali turun menjadi 6,95% pada pagi 3 Januari 2025. Sebagai pembanding, yield UST (US Treasury) Note tenor 10 tahun juga turun ke level 4,559%, menandakan likuiditas global yang masih ketat.
Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 109,39 pada 2 Januari 2025. Penguatan dolar ini dipengaruhi oleh sentimen positif terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat, yang turut memberi tekanan terhadap nilai tukar mata uang emerging markets, termasuk Rupiah.
Alhasil, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tercatat naik menjadi 78,00 basis poin (bps) pada Kamis (2/1/2025), dibandingkan 75,51 bps pada 27 Desember 2024. Kenaikan ini mencerminkan persepsi risiko yang sedikit meningkat, meskipun tetap berada pada level yang tergolong stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










