Akurat

Citigroup dan Bank of America Hengkang dari Net Zero Banking Alliance

Hefriday | 1 Januari 2025, 16:18 WIB
Citigroup dan Bank of America Hengkang dari Net Zero Banking Alliance

AKURAT.CO Beberapa bank besar di Amerika Serikat, seperti Citigroup dan Bank of America, mengumumkan langkah mereka untuk keluar dari Net-Zero Banking Alliance (NZBA) pada Selasa, 31 Desember 2024.

Keputusan ini mengikuti jejak Wells Fargo dan Goldman Sachs, yang sebelumnya juga hengkang dari aliansi tersebut. Langkah ini memicu perdebatan tentang komitmen sektor keuangan terhadap upaya pengurangan emisi karbon dan pengaruh tekanan politik dalam pengambilan keputusan.

Dikutip dari Reuters, Rabu (1/1/2025), NZBA adalah aliansi global perbankan yang bertujuan untuk menurunkan emisi karbon dari portofolio pinjaman dan investasi para anggotanya hingga nol pada 2050. Namun, kini beberapa bank mulai menarik diri, meskipun sebelumnya mereka dianggap serius dalam memasukkan standar net-zero ke dalam operasional mereka.

Baca Juga: Perdalam Bursa Karbon, OJK Dukung Regulasi Batas Atas Emisi

Citigroup mengklaim telah membuat kemajuan dalam mencapai target net-zero mereka secara independen. "Kami tetap berkomitmen pada tujuan kami sendiri," ujar perwakilan Citi.

Sementara itu, Bank of America mengatakan akan tetap bekerja sama dengan klien mereka dalam isu keberlanjutan, meskipun mereka tidak lagi menjadi bagian dari NZBA.

Namun, ada alasan lain di balik langkah mundur ini. Bank-bank besar AS tampaknya mulai menghindari kebijakan yang dapat memicu ketegangan dengan politisi Partai Republik. Para politisi tersebut menentang langkah-langkah yang dianggap membatasi pendanaan untuk bahan bakar fosil, salah satu sektor yang masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara bagian.

Langkah keluar dari NZBA ini muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap perusahaan keuangan terkait isu iklim. Bulan lalu, tiga perusahaan manajer aset terbesar di dunia BlackRock, Vanguard, dan State Street digugat oleh Texas dan 10 negara bagian yang dipimpin Partai Republik. 

Gugatan tersebut menuduh perusahaan-perusahaan ini melakukan pelanggaran hukum antitrust melalui aksi iklim mereka yang dianggap mengurangi produksi batu bara dan meningkatkan harga energi.

Kritik terhadap langkah mundur ini datang dari berbagai pihak. Aktivis lingkungan menilai keputusan bank-bank tersebut sebagai sinyal melemahnya komitmen mereka terhadap perubahan iklim. “Jika bank-bank besar seperti ini mulai mundur, apa yang bisa kita harapkan dari perusahaan lain?” ujar seorang juru bicara organisasi lingkungan.

Namun, analis keuangan berpendapat bahwa situasi ini mencerminkan dilema yang dihadapi oleh perusahaan besar. Di satu sisi, mereka harus merespons tuntutan investor dan masyarakat untuk lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, mereka juga harus mempertimbangkan tekanan politik dan kebutuhan bisnis, termasuk menjaga hubungan dengan sektor energi tradisional.

Faktor ekonomi juga tak bisa diabaikan. Pendanaan proyek bahan bakar fosil masih menghasilkan keuntungan signifikan bagi bank-bank besar. Mengurangi keterlibatan mereka dalam sektor ini berarti kehilangan peluang besar, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Keputusan untuk keluar dari NZBA juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan aliansi tersebut. Jika semakin banyak anggota yang mundur, apakah NZBA masih dapat menjadi motor penggerak transisi keuangan global menuju ekonomi rendah karbon?

Meski begitu, beberapa bank tetap bertahan dalam aliansi dan melanjutkan upaya mereka untuk mencapai target net-zero. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada harapan bagi dunia perbankan untuk memainkan peran penting dalam memerangi perubahan iklim.  Tapi, untuk saat ini, langkah mundur beberapa bank besar AS menjadi pengingat bahwa transisi ke ekonomi hijau tidak akan mudah, terutama ketika harus berhadapan dengan tekanan politik dan ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa