Citigroup Dapat Persetujuan Pembukaan Kantor Pusat Regional di Riyadh

AKURAT.CO Bank asal Amerika Serikat, Citigroup, telah memperoleh persetujuan untuk mendirikan kantor pusat regionalnya di Riyadh, Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Arab Saudi untuk menarik investasi asing dan diversifikasi ekonomi dari ketergantungan pada minyak.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (23/11/2024), Citigroup menyampaikan bahwa persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Investasi Arab Saudi (Ministry of Investment Saudi Arabia/MISA). "Ini merupakan lompatan besar bagi waralaba kami di Arab Saudi, dan kami menantikan pertumbuhan berkelanjutan di kerajaan ini," kata Fahad Aldeweesh, CEO Citi Saudi Arabia.
Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan insentif pajak untuk menarik perusahaan asing mendirikan kantor pusat regional di negara tersebut. Kebijakan ini merupakan bagian dari Visi 2030 yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang bertujuan mengurangi ketergantungan ekonomi negara pada minyak.
Baca Juga: Goldman Sachs dan Citigroup Kompak Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China
Selain itu, aturan baru yang diterapkan Arab Saudi mewajibkan perusahaan asing memiliki kantor pusat regional di kerajaan tersebut. Jika tidak, perusahaan berisiko kehilangan akses ke kontrak-kontrak pemerintah yang bernilai miliaran dolar.
Tidak hanya Citigroup, raksasa keuangan Wall Street lainnya, Goldman Sachs, juga mendapatkan lisensi untuk mendirikan kantor pusat regional di Riyadh pada Mei lalu. Langkah ini mencerminkan minat yang semakin besar dari sektor perbankan global terhadap peluang yang ditawarkan Arab Saudi.
Persetujuan yang diberikan kepada Citigroup dan Goldman Sachs merupakan bagian dari upaya Arab Saudi untuk menjadikan Riyadh sebagai pusat finansial utama di kawasan Timur Tengah. Strategi ini mencakup pengembangan infrastruktur dan penguatan ekosistem investasi yang menarik bagi perusahaan multinasional.
Langkah ini sejalan dengan rencana Arab Saudi untuk menarik investasi asing langsung sebagai bagian dari transformasi ekonominya. Dengan mendatangkan pemain utama di sektor keuangan global, kerajaan ini berharap dapat memperkuat sektor non-minyak seperti jasa keuangan, teknologi, dan pariwisata.
Meski demikian, kebijakan Arab Saudi juga menghadapi tantangan. Beberapa perusahaan mungkin mempertimbangkan biaya dan risiko dalam mendirikan kantor pusat di Riyadh, terutama mengingat stabilitas geopolitik di kawasan tersebut.
Langkah ini juga dapat memengaruhi dinamika persaingan antarnegara di Timur Tengah. Uni Emirat Arab (UEA), yang selama ini menjadi pusat finansial utama di kawasan tersebut, mungkin menghadapi tekanan untuk mempertahankan daya tariknya terhadap investor asing.
Visi 2030 yang dicanangkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman terus menunjukkan hasil nyata dengan meningkatnya jumlah perusahaan asing yang memperluas kehadiran mereka di negara tersebut. Citigroup dan Goldman Sachs menjadi bukti komitmen Arab Saudi dalam menciptakan ekosistem investasi yang menarik.
Dengan meningkatnya peran Arab Saudi dalam sektor keuangan global, negara ini diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas ekonomi regional dan global. Langkah ini juga dapat memperkuat hubungan ekonomi Arab Saudi dengan negara-negara barat.
Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, kehadiran Citigroup di Riyadh menunjukkan kepercayaan sektor keuangan internasional terhadap potensi Arab Saudi sebagai pusat bisnis global. Hal ini juga menandai era baru dalam hubungan ekonomi antara Arab Saudi dan AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










