AKURAT.CO Dalam perjalanan hidup, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z yang mulai mandiri, pertanyaan "Mending kontrak rumah, langsung cicil rumah, atau sewa beli?" sering muncul.
Ketiga opsi ini sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Nah, supaya kamu nggak salah tinggali yuk kita kulik lebih dalam, diolah dari berbagai sumber pada Senin (30/12/2024).
Kontrak Rumah: Fleksibel, tapi Boros Untuk Jangka Panjang
Kontrak rumah jadi pilihan favorit bagi mereka yang belum menetap di suatu tempat. Kalau kamu masih dalam fase mencari pekerjaan tetap atau baru menikah, kontrak rumah adalah pilihan praktis.
Dengan biaya yang relatif terjangkau dan tanpa komitmen panjang, kamu bisa pindah kapan saja kalau ada kebutuhan atau perubahan karier.
Tapi, hati-hati! Biaya kontrak yang terus-menerus bisa terasa boros, apalagi kalau dihitung dalam jangka panjang. Uang yang kamu keluarkan untuk kontrak sebenarnya tidak menghasilkan aset.
Misalnya, jika kamu membayar Rp30 juta per tahun untuk sewa rumah, dalam 10 tahun uang itu bisa mencapai Rp300 juta uang sebanyak itu hilang tanpa jejak.
KPR: Berat di Depan, Untung di Belakang
Beda cerita kalau kamu memilih cicil rumah. Membeli rumah lewat KPR (Kredit Pemilikan Rumah) memang terdengar lebih "berat".
Ada uang muka yang harus dibayarkan dan cicilan bulanan yang lumayan menguras kantong. Tapi, semua itu dibayar dengan kepastian: rumah tersebut jadi milikmu di akhir masa cicilan.
Selain itu, cicilan rumah sering dianggap sebagai investasi. Nilai properti cenderung naik seiring waktu. Jadi, kalau suatu saat kamu mau menjualnya, kemungkinan besar kamu akan mendapat keuntungan.
Namun, perlu diingat, KPR juga memiliki bunga, dan total biaya yang kamu keluarkan bisa jauh lebih besar dibanding harga rumah sebenarnya.
Rent to Own Atau Sewa Beli
Dalam perjanjian rent to own atau sewa beli, penyewa dan pemilik rumah bisa membuat sejumlah kesepakatan, salah satunya terkait status pembelian rumah.
Apabila status pembelian rumah hanya sebagai opsi, maka penyewa tidak memiliki kewajiban untuk membeli rumah tersebut.
Beda cerita jika kedua belah pihak bersepakat untuk mewajibkan proses rent to own. Jika demikian, maka sang penyewa mempunyai kewajiban untuk membeli rumah tersebut sesuai jangka waktu yang telah disepakati.
Lantas, bagaimana dengan uang sewa yang telah dibayarkan oleh penyewa? Umumnya akan masuk dalam biaya pembelian rumah.
Namun, jika pembeli mengajukan KPR untuk membeli rumah tersebut, maka biaya sewa yang telah dibayarkan akan dihitung sebagai uang muka.
Hal Lain Yang Perlu Dipertimbangkan
1. Kondisi Keuangan
Kalau tabunganmu belum cukup untuk DP rumah atau cicilan bulanan, kontrak bisa jadi solusi sementara. Namun, jika penghasilanmu sudah stabil, mulailah mempertimbangkan membeli rumah.
2. Gaya Hidup
Apakah kamu tipe orang yang suka menetap atau sering berpindah? Kalau kamu masih dalam tahap eksplorasi kota atau karier, kontrak rumah lebih fleksibel. Tapi kalau kamu sudah yakin dengan tempat tinggalmu sekarang, membeli rumah adalah langkah logis.
3. Tujuan Jangka Panjang
Jika kamu memandang properti sebagai investasi, cicil rumah lebih menguntungkan. Tapi, jika kamu hanya butuh tempat tinggal sementara, kontrak adalah opsi yang lebih ringan.
4. Kondisi Pasar Properti
Cek harga properti di daerahmu. Kalau harga rumah sedang melonjak, mungkin lebih bijak untuk menunggu sambil mengontrak. Tapi jika harganya stabil dan bunga KPR rendah, segera ambil kesempatan itu.
Persipakan Hal Berikut
1. Buat Perencanaan Keuangan
Pastikan kamu tahu berapa persen penghasilanmu yang bisa dialokasikan untuk tempat tinggal. Jangan sampai pengeluaran ini membuatmu kesulitan memenuhi kebutuhan lain.
2. Bandingkan Biaya
Hitung total biaya yang akan kamu keluarkan untuk kontrak rumah dibanding cicilan rumah. Dalam beberapa kasus, cicilan rumah bisa mendekati atau bahkan lebih rendah dari biaya sewa bulanan.
3. Pikirkan Masa Depan
Jika kamu merencanakan keluarga atau ingin memiliki stabilitas, cicil rumah bisa jadi pilihan tepat. Namun, jika kamu belum yakin dengan masa depan, kontrak adalah jalan aman.
Tidak ada jawaban mutlak soal lebih baik kontrak rumah atau cicil rumah dulu. Semuanya tergantung pada kebutuhan, kondisi finansial, dan rencana hidupmu.
Kontrak rumah cocok untuk mereka yang butuh fleksibilitas, sementara cicil rumah memberikan kepastian dan investasi jangka panjang.
Jadi, apapun pilihanmu, pastikan itu sesuai dengan situasi dan impianmu, ya! Karena yang paling penting adalah kamu merasa nyaman dengan tempat yang kamu tinggali.