Akurat

Mansek Dukung Intraday Short Selling, Ini Alasannya

Hefriday | 3 Desember 2024, 17:19 WIB
Mansek Dukung Intraday Short Selling, Ini Alasannya

AKURAT.CO Direktur Retail Mandiri Sekuritas, Theodora Vinca Natalie Manik, yang akrab disapa Dora, menyampaikan harapannya terhadap penerapan Intraday Short Selling (IDSS) di pasar modal Indonesia. Ia optimis bahwa IDSS akan membawa dampak positif terhadap likuiditas pasar dan mekanisme penentuan harga yang wajar (fair price discovery).  

“IDSS memungkinkan investor untuk menjual efek yang belum dimiliki dan harus dibeli kembali pada hari bursa yang sama,” ujar Dora dalam keterangan resminya, Selasa (3/12/2024).
 
Menurutnya, fasilitas ini berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar, karena mendorong volume transaksi yang lebih besar.  
 
 
Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengimplementasikan IDSS pada awal 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BEI untuk meningkatkan likuiditas dan menciptakan pasar yang lebih efisien. Dora menyebut, mekanisme IDSS akan menjadikan pasar lebih menarik bagi investor, karena mendukung perdagangan dua arah, yakni posisi long maupun short.  
 
“Dengan adanya IDSS, pasar menjadi lebih dinamis. Ketika harga saham overvalued, short selling dapat membantu menyeimbangkan harga kembali ke nilai wajar,” jelas Dora. Ia juga menambahkan bahwa fasilitas ini akan mendukung efisiensi harga pasar dan meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.  
 
Mandiri Sekuritas memandang IDSS sebagai terobosan yang memberikan manfaat luas, baik bagi investor maupun pasar modal secara keseluruhan. “IDSS dapat meningkatkan likuiditas, mendorong fair price discovery, dan menciptakan mekanisme perdagangan yang semakin teratur, wajar, dan efisien,” ujar Dora.  
 
Fasilitas ini juga dinilai memberikan opsi perlindungan (hedging) bagi investor saat pasar berada dalam kondisi turun (bearish). Investor dapat menjual saham untuk kemudian membelinya kembali di harga yang lebih rendah, menciptakan peluang keuntungan meski pasar sedang lesu. 
 
Namun, Dora mengingatkan adanya tantangan dalam implementasi IDSS, terutama kedisiplinan investor untuk menutup posisi pada akhir hari perdagangan. “IDSS mengharuskan investor menutup posisi short di hari yang sama. Ini membutuhkan kemampuan analisis pasar yang baik, terutama dalam memilih saham dan menentukan momentum yang tepat,” ujar Dora.  
 
Untuk mengatasi risiko kegagalan menutup posisi, BEI telah menetapkan parameter pengaturan risiko. Mandiri Sekuritas juga telah menyiapkan mekanisme default waterfall untuk menghadapi kemungkinan kegagalan investor memenuhi kewajiban. 
 
Mekanisme ini mencakup prosedur forced buy, pemindahbukuan efek, pinjam-meminjam efek, hingga penjualan efek jaminan.  
 
Dora turut mengapresiasi peran otoritas, seperti BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam membuka ruang bagi pasar modal untuk mengimplementasikan IDSS. Namun, ia menyoroti pentingnya penguatan mekanisme pinjam-meminjam efek (PME) agar IDSS dapat beroperasi secara optimal.  
 
“Di negara-negara lain, keberhasilan short selling sering kali didukung oleh mekanisme PME yang kuat. Hal ini perlu diperkuat untuk memastikan kelancaran penerapan IDSS di Indonesia,” tukas Dora.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa