Krisis Politik di Prancis, Euro Melemah 1 Persen
Demi Ermansyah | 3 Desember 2024, 17:09 WIB

AKURAT.CO Nilai tukar euro tergelincir hingga 1% ke angka USD1,0469 pada Senin (2 Desember 2024), mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi sentimen politik yang memanas di Prancis dan data ekonomi AS yang menguat.
Meskipun, pada hari ini, Selasa (3/12/2024) euro kembali menguat tipis 0,05% ke USD1,0519.
Di Prancis, suasana politik menjadi sorotan. Jordan Bardella, Presiden Partai Nasional Prancis (RN), mengisyaratkan kemungkinan partainya akan mendukung mosi tidak percaya terhadap pemerintahan kecuali ada "keajaiban terakhir".
Marine Le Pen, salah satu tokoh penting RN, telah memberikan tenggat waktu hingga Senin kepada Perdana Menteri Michel Barnier untuk memenuhi tuntutan anggaran partainya. Ketegangan politik ini menciptakan ketidakpastian, yang tercermin dari perbedaan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dan Jerman.
Baca Juga: Euro Melemah Usai Kisruh Politik di Prancis
Premi yang diminta investor untuk memegang utang Prancis melonjak 7,6 basis poin menjadi 87,3 bps, mendekati level tertinggi sejak krisis utang zona euro pada 2012.
Sementara itu, dolar AS justru menunjukkan performa solid didukung oleh data ekonomi yang positif. Aktivitas manufaktur di AS meningkat pada November, dengan pesanan baru untuk pertama kalinya naik dalam delapan bulan. Selain itu, pabrik-pabrik AS menikmati harga bahan baku yang lebih rendah.
Sementara itu, dolar AS justru menunjukkan performa solid didukung oleh data ekonomi yang positif. Aktivitas manufaktur di AS meningkat pada November, dengan pesanan baru untuk pertama kalinya naik dalam delapan bulan. Selain itu, pabrik-pabrik AS menikmati harga bahan baku yang lebih rendah.
Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menyatakan bahwa kebijakan moneter tetap ketat, namun ia membuka peluang untuk memangkas suku bunga pada pertemuan 17-18 Desember mendatang.
Waller juga menegaskan bahwa pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin yang kemungkinan besar terjadi bulan ini tidak akan mengubah sikap kebijakan moneter secara signifikan, tetapi memberikan ruang untuk langkah yang lebih terukur di masa depan.
Selain itu, perhatian global juga tertuju pada pernyataan Donald Trump, Presiden terpilih AS, yang menunjukkan perubahan sikap terhadap kebijakan dolar. Trump menuntut agar negara-negara BRICS tidak menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang lain, menambah lapisan ketegangan geopolitik.
Pergerakan mata uang lain seperti yen Jepang dan dolar Kanada juga turut dipengaruhi oleh perkembangan pasar dan data ekonomi terkini. Lonjakan dolar AS mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis ekonomi dan geopolitik yang dapat berdampak luas.
Dengan berbagai dinamika ini, pelaku pasar perlu terus mencermati perkembangan politik dan ekonomi global yang bisa mempengaruhi nilai tukar mata uang secara signifikan.
Selain itu, perhatian global juga tertuju pada pernyataan Donald Trump, Presiden terpilih AS, yang menunjukkan perubahan sikap terhadap kebijakan dolar. Trump menuntut agar negara-negara BRICS tidak menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang lain, menambah lapisan ketegangan geopolitik.
Pergerakan mata uang lain seperti yen Jepang dan dolar Kanada juga turut dipengaruhi oleh perkembangan pasar dan data ekonomi terkini. Lonjakan dolar AS mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis ekonomi dan geopolitik yang dapat berdampak luas.
Dengan berbagai dinamika ini, pelaku pasar perlu terus mencermati perkembangan politik dan ekonomi global yang bisa mempengaruhi nilai tukar mata uang secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










