Sudah Tersalurkan hingga RpRp1.827,2 triliun, KUR Dukung Hilirisasi

AKURAT.CO Pemerintahan baru menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung berbagai sektor prioritas, seperti ketahanan pangan, penyediaan makanan bergizi gratis, perumahan, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA), dan swasembada energi.
Salah satu kebijakan yang relevan untuk mendukung tujuan ini adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikelola oleh Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Program ini telah bertransformasi selama hampir satu dekade dan menjadi solusi akses pembiayaan bagi usaha produktif, seperti petani, peternak, dan nelayan.
Dalam acara “KUR Meets The Press” yang digelar di Jakarta pada Rabu (13/11/2024), Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa KUR telah menjadi instrumen penting bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Menteri Maman Pastikan Penyaluran KUR Berkualitas dan Tepat Sasaran
“Secara historis, sekitar 30 persen dari KUR disalurkan ke sektor pertanian,” ungkap Ferry.
Pembiayaan ini memungkinkan pelaku usaha meningkatkan produksi dan mendukung infrastruktur pertanian, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pangan.
Sejak diluncurkan pada 2015 hingga 31 Oktober 2024, program KUR telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp1.827,2 triliun kepada sekitar 47,9 juta debitur di seluruh Indonesia. Realisasi subsidi bunga yang diberikan pemerintah mencapai Rp172,2 triliun.
Ferry menambahkan, subsidi bunga dari pemerintah telah memberikan efek pengungkit atau leverage yang signifikan dalam program KUR. Setiap Rp1 subsidi pemerintah menghasilkan efek pengganda sebesar 10,6 kali, yang berarti program ini memiliki dampak ekonomi yang luas.
Acara “KUR Meets The Press” menjadi ajang konsolidasi nasional antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan KUR, termasuk media, untuk menyebarluaskan informasi tentang kebijakan KUR kepada masyarakat.
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia Agustus 2024, KUR berkontribusi sebesar 33,2% terhadap kredit UMKM dan 6,5% terhadap total kredit perbankan nasional. Program ini telah menjadi penopang utama dalam pertumbuhan kredit UMKM dan memberikan efek berlipat terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, KUR juga membantu penyerapan tenaga kerja baru di sektor-sektor produktif. Menurut riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), setiap satu debitur KUR mampu menyerap hingga tiga tenaga kerja. Pada 2023, KUR diperkirakan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi 9,3 juta orang di berbagai sektor.
Gede Edy Prasetya menjelaskan bahwa fleksibilitas KUR membuatnya dapat disesuaikan dengan berbagai kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan UMKM. “Betapa fleksibelnya KUR masuk ke dalam hampir seluruh kebijakan pemerintah,” ujar Gede.
Keberhasilan program KUR tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, seperti Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, pemerintah daerah, serta lembaga penjamin dan bank penyalur KUR.
Direktur BRI, Supari, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyatakan rasa bangganya terhadap dampak positif KUR bagi perekonomian nasional. “Sebagai bagian dari ekosistem KUR, kami bangga melihat dampak luar biasa dari program ini,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










