Akurat

Sepekan Jelang Pilpres AS, Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Tembus USD71.000

Demi Ermansyah | 30 Oktober 2024, 16:32 WIB
Sepekan Jelang Pilpres AS, Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Tembus USD71.000
 
AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali mencetak rekor melewati USD71.000, hari ini, Rabu (30/10/2024) atau 6 hari jelang pemilihan presiden AS pada 5 November mendatang.
 
Tren ini menjadi kenaikan tertinggi sejak Juni 2024, usut punya usut kenaikan harga Bitcoin tersebut didorong oleh arus dana investasi di pasar bursa serta spekulasi mengenai hasil Pemilu Amerika Serikat yang akan datang. 
 
Melansir dari Bloomberg, Bitcoin yang merupakan aset digital terbesar ini, melonjak hingga 2,7% pada awal pekan, meskipun akhirnya menurun sedikit di angka USD70.870 pada Selasa pagi di London. 
 
Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara pergerakan Bitcoin ini dengan pemilu AS dan kandidat presidennya, Donald Trump dari Partai Republik, yang sedang bertarung dengan Kamala Harris dari Partai Demokrat?

Banyak analis dan investor melihat Bitcoin sebagai "perdagangan Trump," karena mantan Presiden ini telah menjanjikan berbagai dukungan bagi industri kripto, termasuk menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat aset digital global. 
 
 
Secara tidak langsung janji kampanye tersebut memberikan angin segar bagi penggiat kripto, yang memandang pemilu sebagai peluang untuk mendukung regulasi yang lebih ramah aset digital. 
 
"Bitcoin terus memperkirakan kemenangan pemilu Donald Trump," tulis Tony Sycamore, analis dari IG Australia Pty. 
 
Menurutnya, meskipun harga Bitcoin telah melewati angka psikologis penting di USD70.000, kenaikan berkelanjutan di atas angka tersebut sangat diperlukan agar Bitcoin dapat kembali ke rekor tertinggi sebelumnya di angka USD73.798.

Di sisi lain, afiliasi antara Trump dan Elon Musk, CEO Tesla yang juga merupakan salah satu pendukung kripto terbesar, menambah sentimen positif di kalangan penggemar Dogecoin. Musk adalah salah satu pendukung utama kampanye Trump, dan bahkan disebut-sebut akan ditunjuk untuk memimpin "Department of Government Efficiency" atau DOGE jika Trump terpilih kembali. 
 
Nama departemen yang diusulkan ini seolah memberi penghormatan kepada token Dogecoin yang telah lama menjadi favorit Musk. 
 
"Dukungan dari Musk dalam kampanye Trump memberikan dorongan signifikan bagi pedagang kripto," ujar Arisa Toyosaki, salah satu pendiri Cega, perusahaan penyedia layanan derivatif kripto. Sentimen ini mengangkat nilai Dogecoin yang berbarengan dengan lonjakan Bitcoin.

Sedangkan di pasar opsi, para trader menunjukkan optimisme mereka dengan meningkatkan taruhan bahwa harga Bitcoin akan menembus angka USD80.000 sebelum akhir November, terlepas dari siapa yang akan memenangkan pemilu. 
 
Hari Pemilihan pada 5 November mendatang menjadi titik volatilitas tersendiri di pasar. Antisipasi ini sejalan dengan data dari ETF Bitcoin Spot di AS, yang telah menyerap arus masuk bersih sekitar USD3,6 miliar sejak awal bulan, menambah optimisme di kalangan investor.

Meskipun janji politik Trump yang pro-kripto ini memikat banyak pendukung aset digital, di sisi lain, Kamala Harris dari Partai Demokrat menawarkan pendekatan yang lebih terukur. Harris telah berkomitmen untuk mendukung pembentukan kerangka regulasi bagi industri kripto yang dinilai perlu untuk menciptakan iklim bisnis yang sehat dan aman bagi investor serta masyarakat. 
 
Pendekatan yang berfokus pada regulasi ini kontras dengan janji Trump yang menyoroti kebebasan lebih luas bagi industri kripto untuk berkembang pesat. Bagi para investor kripto, kedua pendekatan ini menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam memprediksi masa depan aset digital di Amerika Serikat.

Pemilu AS yang semakin dekat menciptakan ketidakpastian di pasar, terutama dalam sektor aset digital yang berpotensi besar untuk tumbuh dengan regulasi yang tepat. 
 
Apakah pasar kripto akan mendapatkan dukungan penuh jika Trump terpilih kembali, atau akan melalui jalan yang lebih regulatif dan berhati-hati di bawah Kamala Harris? Jawaban atas pertanyaan ini akan memainkan peran penting dalam menentukan arah kebijakan kripto AS di masa depan, yang tentunya akan berdampak pada pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.