Akurat

IHSG Naik Tipis 1,13 Persen ke 7.735,04

Hefriday | 17 Oktober 2024, 17:46 WIB
IHSG Naik Tipis 1,13 Persen ke 7.735,04

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (17/10). IHSG naik sebesar 86,10 poin atau 1,13% dan berakhir di level 7.735,04. 

Penguatan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang dipengaruhi berbagai sentimen global dan domestik. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, tercatat sebanyak 23 saham mengalami kenaikan, sementara 23 saham lainnya mengalami penurunan.
 
Top Gainers
 
Saham-saham berikut tercatat sebagai yang paling menguat pada hari ini:
  • Saham INTP atau Indocement Tunggal Prakarsa Tbk naik 6,76%
  • Saham SMGR atau Semen Indonesia (Persero) Tbk naik 5,54%
  • Saham BMRI atau Bank Mandiri (Persero) Tbk naik 3,21%
  • Saham ANTM atau Aneka Tambang Tbk naik 3,18%
  • Saham BRPT atau Barito Pacific Tbk naik 3,00%

Penguatan saham di sektor-sektor konstruksi dan perbankan menjadi faktor utama yang mendukung penguatan IHSG pada hari ini. Kinerja positif dari Indocement dan Semen Indonesia didorong oleh sentimen kenaikan permintaan bahan bangunan, sementara Bank Mandiri dan Aneka Tambang diuntungkan oleh ekspektasi ekonomi makro yang lebih baik.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Naik Tipis 0,01 Persen, Berikut Daftar Top Gainers dan Top Loser

Top Loser

Namun, meskipun IHSG menguat, beberapa saham mengalami penurunan signifikan:

  • Saham UNVR atau Unilever Indonesia Tbk turun -2,87%
  • Saham KLBF atau Kalbe Farma Tbk turun -2,31%
  • Saham TKIM atau Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk turun -2,28%
  • Saham ERAA atau Erajaya Swasembada Tbk turun -2,13%
  • Saham HMSP atau H.M. Sampoerna Tbk turun -2,07%

Penurunan pada saham Unilever dan Kalbe Farma terjadi di tengah tekanan sentimen negatif di sektor konsumsi, yang diperkirakan melambat akibat penurunan daya beli masyarakat. Sementara itu, saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dan H.M. Sampoerna juga terkena dampak pelemahan permintaan pasar.

Meskipun IHSG mengalami penguatan, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Fluktuasi pasar masih bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi fundamental perusahaan, sentimen pasar, serta perkembangan ekonomi global.

Dengan demikian, analisis yang cermat dan pemahaman terhadap tren pasar sangat penting untuk meminimalisir risiko dan mengoptimalkan peluang keuntungan. IHSG diprediksi akan terus bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan beragam sentimen baik dari dalam maupun luar negeri yang dapat mempengaruhi performa pasar modal Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa