Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Usai Trump Kena Tembak

AKURAT.CO Harga Bitcoin telah mencapai level USD61.000 atau sekitar Rp983 juta, dengan asumsi kurs Rp16.115 per dolar AS. Lonjakan ini terjadi setelah insiden penembakan yang memicu spekulasi bahwa peluang mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang pro-kripto, untuk kembali terpilih semakin meningkat.
Menurut data terbaru dari Coinmarketcap, Bitcoin menunjukkan penguatan signifikan, dengan kenaikan sebesar 2,9% dalam 24 jam dan 8,33% dalam sepekan. Saat ini, harga Bitcoin berada di angka USD61.131, setara dengan Rp985,1 juta, menjadikannya harga tertinggi dalam minggu ini.
Selanjutnya, dilansir dari Yahoo Finance pada Senin (15/7/2024), beberapa analis percaya bahwa simpati dan kemarahan publik terkait insiden tersebut dapat mendorong dukungan untuk kandidat presiden dari Partai Republik. Donald Trump sendiri menyatakan bahwa ia "baik-baik saja" setelah kejadian tersebut dan siap untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik yang dimulai hari ini di Milwaukee.
Baca Juga: Koin Meme Kian Digandrungi, Bitcoin Tersaingi?
Dalam konteks politik global, ada pertanyaan besar mengenai apakah dukungan terhadap Trump akan menguat, terutama dengan argumen bahwa kembalinya Trump ke Gedung Putih dapat mengarah pada pemotongan pajak, tarif yang lebih tinggi, dan peraturan yang lebih longgar.
"Ada keyakinan di pasar bahwa jika Trump terpilih kembali, ia akan mengimplementasikan kebijakan yang lebih mendukung industri kripto," ujar analis pasar Tony Sycamore dari IG Australia Pty.
Selain itu, Trump tampaknya semakin merangkul industri kripto dalam upayanya meraih dukungan. Pekan lalu, penyelenggara konferensi Bitcoin yang akan diadakan di Nashville, Tennessee pada 27 Juli, mengumumkan bahwa Trump dijadwalkan untuk berbicara di acara tersebut. "Bitcoin mendapatkan momentum yang kuat setelah insiden tersebut," kata Sycamore dalam catatannya.
Trump juga baru-baru ini bertemu dengan para penambang Bitcoin dan menyebutkan dalam postingannya di akun Truth Social bahwa penambangan Bitcoin mungkin menjadi "garis pertahanan terakhir" melawan mata uang digital bank sentral (CBDC). Ini menegaskan dukungan Trump terhadap industri kripto yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










