LPEI Taksir Ekspor UMKM Jateng Tetap Stabil hingga 2025

AKURAT.CO Jawa Tengah menempati posisi kelima terbesar di Indonesia dalam jumlah eksportir, menjadi pusat produksi dan motor penggerak ekonomi signifikan melalui sektor ekspor. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting para eksportir, khususnya dari kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Tengah memiliki 2.261 eksportir dengan rincian 1.897 eksportir dengan nilai ekspor di bawah Rp50 miliar, 296 eksportir dengan nilai ekspor Rp50-500 miliar, dan 68 eksportir dengan nilai ekspor di atas Rp500 miliar.
Untuk memperkuat kontribusi tersebut dan mendukung pertumbuhan eksportir, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyelenggarakan "LPEI Export Forum 2024" di Semarang pada Rabu (3/7/2024). Acara ini bertema "Bedah Pasar Ekspor Produk Unggulan Jawa Tengah" dan diselenggarakan bekerja sama dengan DJPPR Kementerian Keuangan, Bea Cukai Jawa Tengah, dan Disperindag Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: LPEI: Ekspor Komoditas Pertanian Januari-Maret 2024 Cemerlang
Distribusi ekspor Jawa Tengah didominasi oleh komoditas utama seperti pakaian dan aksesoris bukan rajutan (20,18%), pakaian dan aksesoris rajutan (12,24%), alas kaki (11,01%), kayu dan barang dari kayu (9,98%), serta perabotan, lampu, dan alat penerangan (7,20%). Diversifikasi ini menunjukkan kemampuan Jawa Tengah dalam memproduksi berbagai produk yang diminati di pasar internasional.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar bagi Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 30,43%, diikuti oleh China (7,66%), Jepang (6,51%), Singapura (6,49%), dan Belanda (5,6%). Jumlah buyer yang bekerja sama dengan eksportir Jawa Tengah terus meningkat, dengan 22,25% di antaranya merupakan buyer loyal, menunjukkan hubungan perdagangan yang kuat dan kepercayaan buyer internasional terhadap produk Jawa Tengah.
"LPEI mendukung peningkatan ekspor pelaku usaha dengan memberikan fasilitas seperti Business Matching untuk memperluas akses ke buyer internasional, baik secara konvensional maupun digital," kata Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi.
Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist LPEI, Rini Satriani, memprediksi pertumbuhan ekspor Jawa Tengah akan tetap stabil hingga tahun 2025, didukung oleh sejumlah produk unggulan. "Beberapa produk memiliki nilai peluang ekspor signifikan di 2024 ini antara lain produk kayu diperkirakan mencapai nilai USD2,2 miliar, produk furniture senilai USD2,3 miliar, dan minyak atsiri untuk produk kecantikan yang diperkirakan mencapai nilai USD1,4 miliar," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, LPEI menjelaskan fasilitas dan dukungan kepada pelaku UKM ekspor melalui Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) seperti PKE UKM, PKE Kawasan, dan PKE Trade Finance.
Hingga Juni 2024, LPEI telah menyalurkan fasilitas PKE Kawasan sebesar Rp4.247 miliar dengan ekspor ke lebih dari 40 negara, PKE Trade Finance sebesar Rp8,187 triliun dengan ekspor ke lebih dari 55 negara, dan PKE UKM sebesar Rp1,058 triliun dengan ekspor ke lebih dari 65 negara.
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan pembiayaan PKE LPEI adalah Margono Paper, produsen kertas motif berwarna dengan 90% produknya diekspor ke 50 negara di 5 benua.
"LPEI hadir dengan berbagai produk yang dapat membantu pelaku usaha berorientasi ekspor. Dukungan pembiayaan LPEI mampu meningkatkan daya saing perusahaan untuk menembus pasar global, termasuk ekspor ke negara-negara non-tradisiona," kata Direktur Ekspor PT Margono Paper, Ferianti Chandranta.
Secara terpisah, LPEI juga menggelar pertemuan dengan pelaku UKM di Yogyakarta pada 6 Juli 2024. Pertemuan ini bertujuan mempersiapkan para pelaku UKM dan eksportir untuk masuk ke dalam platform digital yang sedang disiapkan LPEI. "LPEI memiliki komitmen kuat untuk membantu produk lokal Indonesia menembus pasar internasional dan mendorong berbagai komoditas Indonesia berani mendunia," kata Maqin.
Melalui marketplace yang dirancang khusus, LPEI berharap dapat mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor untuk berani mendunia, memanfaatkan informasi berbasis riset data dan teknologi digital dalam pengambilan keputusan ekspor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










