Akurat

Ini Alasan BRI Sabet Penghargaan Fortune Southeast Asia 500

Silvia Nur Fajri | 22 Juni 2024, 18:24 WIB
Ini Alasan BRI Sabet Penghargaan Fortune Southeast Asia 500

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) telah kembali memperoleh pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Ini merupakan pencapaian yang signifikan bagi BRI, mengingat sebelumnya perusahaan ini juga dinobatkan sebagai perusahaan terbesar di Indonesia menurut Forbes The Global 2000 untuk tahun 2024.

"Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan suku bunga yang tinggi, keberhasilan BRI dalam mendapatkan pengakuan dari Forbes dan Fortune menunjukkan bahwa strategi responsif yang diambil BRI diakui dan diapresiasi secara global," ungkap Direktur Utama BRI, Sunarso dalam keterangannya, Sabtu (22/6/2024).

Pada daftar Fortune Southeast Asia 500, BRI menempati posisi unggul sebagai perusahaan perbankan terkemuka di Indonesia dan berada di peringkat ke-4 untuk kategori finansial di Asia Tenggara. Secara keseluruhan, BRI menempati peringkat ke-15 dari 500 perusahaan yang terdaftar.

Baca Juga: Keren! BRI Jadi Institusi Keuangan No.1 di Indonesia dan Peringkat 4 di Asia Tenggara Dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500

Menurut informasi dari website Fortune, BRI mencatatkan pendapatan sebesar USD14,9 miliar, laba bersih sebesar USD3,9 miliar, dan memiliki aset senilai USD127,6 miliar.

"Fortune Southeast Asia 500 mencerminkan dinamika dan perubahan cepat di wilayah Asia Tenggara, yang perekonomiannya tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan Eropa atau Amerika Serikat. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh peran yang semakin penting dari Asia Tenggara dalam perekonomian global dan peralihan rantai pasokan oleh perusahaan multinasional Global 500 ke negara-negara di wilayah ini," jelas Editor Eksekutif dari Fortune Asia, Clay Chandler.

Asal tahu, pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 mencakup perusahaan dari 7 negara di ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina dan Kamboja. Indonesia mendominasi dengan 110 perusahaan, disusul Thailand 107 perusahaan.

Berikutnya Malaysia dengan 89 perusahaan, Singapura 84 perusahaan, Vietnam 70 perusahaan, Filipina dengan 38 perusahaan dan Kamboja dengan 2 perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.